Follow detikFinance
Senin, 16 Jul 2018 18:18 WIB

RI Surplus Dagang Produk Pertanian dengan AS, Ini Daftar Barangnya

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: DW (News) Foto: DW (News)
Jakarta - Nilai perdagangan khususnya produk pertanian Indonesia ke Amerika Serikat (AS) ternyata surplus. Angka tersebut terjadi di tengah ancaman perang dagang Amerika Serikat (AS) terkait evaluasi Generalized System of Preferences (GSP) atau perlakuan khusus barang ekspor.

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro pada dasarnya ada tujuh produk yang mendapatkan fasilitas GSP, yakni pertanian dengan andil sebesar 6,3%, bahan bakar 29,1%, elektronik dan transportasi 20,4%.


Selain itu ada pula, bahan kimia, plastik dan kertas sebesar 16,0%, perhiasan dan produk kaca 13,4%, barang berbasis metal 12,1% dan tekstil 2,7%. Dari fasilitas tersebut, sektor pertanian Indonesia ternyata telah mencatat surplus sebanyak US$ 2.573,9 juta di tahun 2015.

"Indonesia telah menikmati sekitar US$ 164.5 juta dari keseluruhan total nilai impor Amerika dalam kerangka program GSP. Untuk komoditas pertanian yang mencapai sebesar US$ 2.573,9 juta pada tahun 2015," katanya dikutip dalam data yang diterima detikFinance, Senin (16/7/2018).


Sementara itu, produk pertanian yang telah memanfaatkan fasilitas GSP, yakni kopi, nanas dan nanas olahan, serta lada dan olahan cabai.

Sedangkan komoditas lainnya, seperti karet, kelapa sawit, kakap, kelapa, kayu manis, vanili dan kacang mede hanya mendapatkan tarif 0% tanpa adanya fasilitas GSP. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed