Follow detikFinance
Rabu, 18 Jul 2018 13:57 WIB

Vape Indonesia Dilirik AS Hingga Dubai

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Produksi likuid vape alias cairan rokok elektrik Indonesia diminati negara-negara maju, mulai dari Amerika Serikat (AS) hingga Uni Emirat Arab (UEA). Pemerintah pun bakal mendorong potensi tersebut.

Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan dirinya menerima laporan terkait minat asing terhadap produksi cairan vape dari Indonesia.

"Saya dapat laporan bahwa sudah menunggu importir negara lain. Yang pertama banyak pesanan dari Amerika, banyak juga Eropa, dan Timur Tengah, khususnya Dubai," katanya dalam acara penyerahan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) Perdana kepada Pengusaha Pabrik Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) di kantornya, Rabu (18/7/2017).



Melihat adanya potensi ekspor, pihaknya bakal mendorong agar bisa direalisasikan. Mereka bakal berbicara dengan asosiasi produsen cairan vape, khususnya untuk membahas kemudahan ekspor.

"Setelah ini kita akan diskusi soal ekspor dari potensi jadi realisasi. Secara prinsip Indonesia mendorong ekspor. Yang terpikir sementara ini, kita beri kemudahan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor, sehingga bea masuk bisa kita bebaskan," sebutnya.

Dari sisi administrasi, juga akan menjadi perhatian agar produsen mudah dalam mengurus ekspor.

Produsen cairan vape pun terus berkembang. Maka harus bisa diberdayakan untuk berkontribusi terhadap ekspor.

"Kalau hitungannya produsen jumlahnya hampir 60-70 pengusaha. Lebih ya, hampir 200 produsen. Yang ini kita harapkan sebagian bisa ekspor," tambahnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed