"Kompensasi ini diberikan kepada masyarakat sesuai dengan tuntutan mereka. Kami sudah membuat kesepakatan agar ada jalan tengah sehingga para transmigran tetap produktif," ujar Staf Khusus Menteri, Risharyudi Triwibowo, dalam keterangan tertulis, Kamis (19/7/2018).
Risharyudi yang mewakili Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo ini mengatakan, pemberian ratusan ekor sapi tersebut akan dibagi menjadi dua tahap pengiriman. Penyerahan tahap pertama yaitu sebanyak 100 ekor sapi betina, kemudian tahap berikutnya yaitu pengiriman sebanyak 200 ekor sapi betina dan 30 ekor sapi jantan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut menurut Risharyudi, pemberian ratusan sapi juga disertai dengan pembuatan enam kandang sapi komunal, yang dibarengi dengan penanaman dan penghijauan pakan ternak (rumput gajah) di sekitar kandang.
Risharyudi juga mengatakan, akan ada pelatihan selama tiga hari, yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penyiapan Kawasan Transmigrasi Kemendes PDTT. Menurutnya pelatihan ini bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.
"Ke depan tentu kita berharap dengan manajemen usaha yang dikelola BUMDes, mereka dapat memberi nilai tambah kotoran sapi menjadi penghasil pupuk organik dan biogas. Energi tersebut dapat mereka gunakan untuk kepentingan rumah tangga para transmigran," pungkas Risharyudi.











































