"Untuk perumahan, inflasinya 0,16% di sana andilnya 0,04%. Komoditas yang agak besar sumbang inflasi ada dua, pertama tarif sewa rumah ini termasuk ongkos pemeliharaan rumah karena harga bangunan. Upah pembantu rumah tangga. Masing-masing komoditas ini sumbang 0,01%," kata Kepala BPS Suhariyanto, Rabu (1/8/2018).
Biaya sewa rumah di Jakarta memang tergolong mahal. Baru-baru ini, laporan RENTCafe seperti dikutip dari BBC, menyebut, sewa apartemen hunian di Tokyo, Beijing atauSydney lebih terjangkau daripada di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam laporannya, RENTCafe mengatakan bahwa rata-rata keluarga yang tinggal di Jakarta harus mengeluarkan lebih dari sepertiga pendapatan tahunan mereka untuk membayar uang sewa.
Studi tentang keterjangkauan perumahan menempatkan Jakarta di peringkat 19 dari 30 kota dan digolongkan cukup membebani.
Baca juga: BPS: Inflasi Juli 0,28% |
Gene Sugandy, seorang direktur di Colliers International menganggap bahwa sebenarnya situasi di Jakarta Pusat bahkan lebih buruk lagi dari apa yang disebutkan oleh laporan tersebut.
"(Harga sewa apartemen) jauh di luar jangkauan. Pada dasarnya Anda harus menjabat sebagai direktur perusahaan untuk bisa tinggal di Jakarta Pusat," katanya.
Tonton juga video: 'Jokowi Ingin Inflasi RI 1-2% Seperti Negara Maju'
![]() |












































