Follow detikFinance
Rabu, 01 Agu 2018 21:28 WIB

Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di RI, China Kucurkan Rp 143 T

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan salah satu perusahaan asal China menyatakan minat berinvestasi memproduksi lithium battery.

Lithium battery ini, kata Luhut bisa mendukung program pengembangan mobil listrik yang sedang dilakukan pemerintah. Total investasinya mencapai US$ 10 miliar atau setara Rp 143 triliun (kurs Rp 14.300/US$).

"Tadi saya menerima perusahaan Tsingshan, di Halmahera Utara, itu US$ 5 miliar. Mereka membangun nikel, carbon steel, sampai lithium battery. Lithium itu penting sekali. Kita akan masuk ke industri mobil listrik," kata Luhut saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018).



Perusahaan asal negeri tirai bambu itu, akan segera groundbreaking pada bulan ini, dan kembali mengucurkan US$ 5 miliar. Maka total investasinya US$ 10 miliar.

"Stage kedua mereka akan masuk US$ 5 miliar lagi, akan jadi US$ 10 miliar. Groundbreaking akan dilakukan akhir bulan ini," sebutnya.



Investor asal China ini, kata Luhut akan menggandeng perusahaan asal Perancis. Selain itu, Luhut memastikan investasi mereka ramah lingkungan, dan mengutamakan tenaga kerja lokal.

"China ini joint dengan Perancis. Jadi jangan bilang China saja," tambahnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed