Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Agu 2018 15:04 WIB

Tunjangan Guru Yang Disetop Kemenkeu Nilainya Rp 295 M

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hasan Alhabshy Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) telah menerbitkan surat penghentian penyaluran beberapa tunjangan yang didapat guru di daerah.

Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti mengatakan, total anggaran yang dihentikan penyalurannya sebesar Rp 295,8 miliar.

Prima menyebut, total anggaran yang dihentikan tersebut terdiri dari tunjangan profesi guru (TPG), tunjangan khusus guru (TKG), dan dana tambahan penghasilan guru (Tamsil).



"Penghentian tersebut merupakan suatu bentuk pengendalian penyaluran transfer ke daerah, agar tidak terjadi pengendapan dana tunjangan guru yang terlalu besar di rekening kas daerah," kata Prima saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Dari total Rp 295,8 miliar, Prima merincikan, untuk TPG yang dihentikan penyalurannya sebesar Rp 29,9 miliar dan berlaku untuk 10 daerah. Adapun, pagu anggaran TPG pada 2018 sebesar Rp 56,8 triliun.

"Telah disalurkan triwulan I Rp 17 triliun, triwulan II Rp 14,2 triliun untuk 530 daerah," ujar dia.


Untuk tunjangan TKG, lanjut Prima, yang dihentikan sebesar Rp 120,1 miliar untuk 39 daerah, dari pagu anggaran Rp 1,8 triliun. Anggaran yang sudah disalurkan pada kuartal I sebesar Rp 512,1 miliar dan kuartal II sebesar Rp 412,2 miliar untuk 343 daerah.

Sedangkan untuk Tamsil, dari pagu Rp 795 miliar telah disalurkan pada kuartal I-214,8 miliar, kuartal II Rp 151,7 miliar untuk 396 daerah.

"Dihentikan untuk 140 daerah sebesar Rp 145,8 miliar," ungkap dia.


Saksikan juga video 'Jokowi: Guru Ngeluh Rumitnya Prosedur Tunjangan dan Sertifikasi!':

[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed