Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 10 Agu 2018 12:30 WIB

Ma'ruf Amin Sebut Setop Impor Beras hingga Gula, Ini Data Kementan

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Cawapres Jokowi, KH Maruf Amin/Foto: Rengga Sancaya Cawapres Jokowi, KH Ma'ruf Amin/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - KH. Ma'ruf Amin akan mendampingi Joko Widodo (Jokowi) bertarung dalam pilpres 2019 sebagai calon wakil presiden (cawapres). Usai terpilih sebagai cawapres, Ma'ruf sempat memberi pernyataan di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis malam (8/8/2018), salah satu pernyataannya tentang setop impor pangan.

Ma'ruf mengatakan Indonesia tidak boleh tergantung pada impor pangan. Contohnya impor beras, jagung, gula, dan lain-lain.


Alasannya, kata Ma'ruf, Indonesia masih memiliki sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM) yang cukup.

"Tidak boleh negara ini tergantung pangannya ke luar negeri. Oleh karena itu semua kita harus bisa memenuhi. tidak boleh ada impor, ada impor beras, jagung, " tegas Ma'ruf.


Benarkan produk-produk tersebut masih impor? Mengutip data Kementerian Pertanian Indonesia masih melakukan impor gabah hingga beras senilai US$ 420,857.281 atau setara dengan 896.140.851 kg tercatat Januari hingga Juni 2018.

Kemudian, untuk komoditas jagung manis dari Januari hingga Juni 2018 terdapat impor sebanyak 1,947,978 kg. Jagung tersebut berupa jagung manis beku dan jagung manis yang diolah dengan cuka atau asam.


"Total impor jagung manis Januari-Juni 2018 1,947,978 kg dengan nilai US$ 2,759,384," tulis data tersebut seperti dikutip detikFinance, Jumat (10/8/2018).

Terakhir, Indonesia masih membuka keran impor gula tebu sebanyak 2.381.158.118 kg atau setara dengan US$ 859.818.268 dari Januari hingga Juni 2018.


Saksikan juga video 'Alasan Jokowi Gandeng Ma'ruf Amin: Nasionalis-Religius':

[Gambas:Video 20detik]

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed