RI Masih Impor Laptop dari China, Jepang, hingga AS

RI Masih Impor Laptop dari China, Jepang, hingga AS

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 15 Agu 2018 18:05 WIB
RI Masih Impor Laptop dari China, Jepang, hingga AS
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Nilai impor Indonesia per Juli 2018 sebesar US$ 18,27 miliar, tertinggi sepanjang catatan Badan Pusat Statistik (BPS) sejak Juli 2008. Angka ini pun naik 31,56% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Salah satu penyebab tingginya angka impor per Juli 2018 ini pun masih didominasi oleh tiga negara, yakni China sebesar 27,39%, kemudian disusul oleh Thailand, dan Jepang di belakangnya.


Salah satu barang yang paling tinggi diimpor oleh Indonesia adalah laptop. Berdasarkan data BPS yang dikutip detikFinance, Jakarta, Rabu (15/8/2018). Laptop impor berasal dari China, Jepang, Taiwan, Singapura, Filipina, Amerika Serikat (AS), dan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika dirinci, laptop dari China menjadi yang paling besar nilai impornya, secara kumulatif Januari-Juli 2018 nilainya US$ 546,8 juta dengan berat 4.235 ton.


Setelah itu, disusul laptop Jepang dengan nilai US$ 1,17 juta dengan berat 7,2 ton. Laptop impor dari Taiwan berada di posisi ketiga dengan nilai US$ 670,6 juta dengan berat 2,4 ton.

Sedangkan selanjutnya dari Amerika Serikat dengan nilai US$ 231,7 juta dengan berat 914 kilogram (kg). Laptop impor dari Singapura nilainya US$ 191,8 juta dengan berat 25,4 ton, dan yang terakhir dari Taiwan dengan nilai US$ 21,8 juta dengan berat 64 kg. (hek/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads