Jokowi Fokus Kurangi Ketimpangan, Apa Hasilnya?

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 16 Agu 2018 11:56 WIB
Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mendorong terciptanya pemerataan ekonomi secara nasional. Tujuannya tak lain adalah demi pembangunan bisa dirasakan oleh seluruh penduduk Indonesia tidak hanya di pulau Jawa, tetapi juga di berbagai belahan Indonesia.

Hal ini menjadi perhatian pemerintah mengingat penduduk miskin dan penduduk yang masuk 40% terbawah secara ekonomi justru berada di pedesaan, terutama di desa-desa yang lokasinya terpelosok.

"Keadilan ekonomi sangat menjadi perhatian serius kita, terutama keadilan bagi 40% lapisan masyarakat di bawah," kata Jokowi dalam pidato kenegaraan di Gedung MPR, Jakarta, Kamis (16/8/2018).



Kerja keras tersebut membuahkan hasil yang boleh mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya tercermin dari angka gini rasio alias angka ketimpangan yang kian tipis.

Hal itu menandakan, kesenjangan antara penduduk kaya dan penduduk miskin semakin sempit.

"Kita bersyukur bisa mencapai tingkat ketimpangan terendah dalam 6 tahun terakhir, yaitu Rasio Gini sudah turun menjadi 0,389," kata Jokowi.



Meski demikian, Jokowi mengaku pemerintah tak segera puas. Berbagai langkah yang telah dilakukan terus dilanjutkan bahkan ditambah dengan berbagai terobosan baru.

"Upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tidak pernah berhenti. Pemerintah merancang banyak program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat agar pemerataan pendapatan bisa segera diwujudkan," tandas dia. (dna/ang)