Direktur Utama PT JIEP, Landi R Mangaweang mengatakan, pentingnya pengamanan asset dalam keberlangsungan korporasi BUMN dalam memaksimalisasi laba. Oleh karena itu sudah seharusnya setiap insan BUMN memberikan fokus dan perhatian lebih dalam aspek pengamanan dan legalitas Aset masing masing BUMN.
"Sudah sewajarnya masing-masing perusahaan BUMN atau BUMD melakukan sinergi dengan berbagai pihak dalam hal ini Kementerian Agraria & tata Ruang Hingga Kejaksaan Negeri Republik Indonesia. Ini perlu dilakukan untuk menjaga serta mengoptimalkan Aset negara agar tidak jatuh ke tangan orang- orang yang tidak berkepentingan," dalam keterangan resmi, Jumat (17/8/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Landi mengatakan, upaya lain yang dilakukan adalah dengan bekerja sama antar BUMN untuk mengoptimalisasi aset-aset yang dimiliki. Pada kesempatan ini PT JIEP juga melaksanakan Memorandum of Understanding bersama dengan PT Surveyor Indonesia. MoU ini terkait dengan pelaksanaan kegiatan jasa survey, inspeksi, verifikasi, monitoring, & Aset dari Kawasan Industri Pulogadung.
"Kami menggandeng PT Surveyor Indonesia dalam melaksanakan optimalisasi aset milik PT JIEP dalam hal ini lahan seluas 500 hektar di Kawasan Industri Pulogadung. Kami tidak ingin aset yang kami miliki tidak berkembang atau bahkan jatuh ke tangan orang yang tidak berkepentingan. Kami juga mengajak untuk seluruh BUMN, BUMD, dan instansi lain agar bersatu, bersinergi menciptakan aset yang optimal demi kemajuan bangsa dan Negara," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Rini juga mengumumkan total aset yang berhasil diraih oleh perusahaan-perusaahan milik negara yang berada di bawah kepemimpinannya.
"Secara aset di 1998 aset BUMN Rp 438 triliun. Akhir 2017, atas kerja keras dan ridho Allah subhanahu wa ta'ala, aset kita Rp 7.200 triliun," sebutnya.
Menurut dia capaian ini dapat diraih berkat sinergi yang dilakukan bersama jajaran BUMN.
"Dan kami dapat laporkan saya ingin terimakasih, seluruh direksi dan manajemen BUMN setelah 3,5 tahun bisa sinergi, yang besar kecil saling membantu dan mendukung sehingga dari 2014 yang rugi 24 BUMN, sekarang tinggal 12.
(zlf/fdl)











































