Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 20 Agu 2018 19:42 WIB

Selain China, Jerman Juga Buka Peluang Bantu Turki

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Bendera Jerman Foto: Bendera Jerman
Jakarta - Saat ini China sedang menawarkan bantuan utang kepada Turki yang sedang mengalami krisis mata uang. Selain itu, ada pula Jerman yang membuka peluang untuk membantu Turki.

Hal tersebut diungkapkan oleh politikus Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD), Andrea Nahles. Ia mengatakan Jerman perlu ikut membantu karena Turki merupakan anggota dari North Atlantic Treaty Organization (NATO).

Menurut Nahles, bantuan tersebut akan dilakukan tanpa memandang kondisi politik kedua negara. Dengan begitu, ekonomi Turki bisa membaik dan menguatkan kembali nilai tukar mata uang lira.

"Akan ada situasi di mana Jerman perlu membantu Turki, terlepas dari ketegangan politik dengan Presiden Racep Tayyip Erdogan. Turki adalah mitra NATO yang tidak dapat kita abaikan. Penting bagi semua pihak bahwa ekonomi Turki tetap stabil agar dapat mengatasi krisis mata uangnya," kata dia dikutip dari Reuters, Senin (20/8/2018).



Kemudian, Nahles juga mengungkapkan bahwa Erdogan akan berkunjung ke Jerman pada September mendatang. Jadwal kunjungan tersebut dianggap sebagai langkah tepat untuk membicarakan dukungan tersebut.

rencananya, dalam pertemuan nanti pihaknya juga akan membicarakan hal lain terkait kondisi politik terkait penangkapan dan penahanan warga Jerman oleh pemerintah Turki

'Pemerintah federal harus tetap berdialog dengan Turki di semua level. Harapan saya kepada kanselir Jerman adalah isu-isu penting lainnya juga akan dibahas. Khususnya, terkait penangkapan dan penahanan beberapa warga Jerman oleh pemerintah Turki," tutup dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed