Follow detikFinance
Selasa, 21 Agu 2018 14:12 WIB

Malaysia Batalkan 2 Mega Proyek Rp 290 T yang Dibiayai China

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengambil keputusan besar untuk dunia investasi Malaysia.

Pria berusia 93 tahun tersebut membatalkan dua proyek strategis yang dibiayai dari pinjaman China sebesar US$ 20 miliar atau setara Rp 290 triliun.

Dua proyek yang dimaksud adalah proyek East Coast Rail Link (ECRL) dan proyek pipa gas alam di Sabah.

Mengutip reuters, Selasa (21/8/2018), keputusan tersebut disampaikan Mahathir dalam lawatan 5 harinya di negeri tirai bambu. Ia mengatakan, proyek bakal ditunda hingga Malaysia benar-benar mampu.

Kantor perdana menteri Malaysia mengkonfirmasi kebenaran pernyataan yang disampaikan Mahathir kepada awak media di Beijing tersebut.



Mahathir mulai membatalkan dan menunda proyek-proyek China di Malaysia sejak dia memperoleh kembali kepemimpinannya sebagai perdana menteri dalam pemilihan umum pada Bulan Mei lalu.

Proyek ERCL merupakan proyek inti di sektor infrastruktur di Malaysia yang dibiayai China. Pekerjaan sempat ditunda lantaran ada kajian yang menyebut biaya proyek ini terlalu mahal hingga isu korupsi yang mewarnai proyek.



Sebelum kunjungannya ke China, Mahathir sering kali menyebut akan membahas sejumlah proyek infrastruktur yang dibiayai China dengan kesepakatan kerja sama yang dianggap 'tidak adil' yang disahkan oleh mantan perdana menteri Najib Razak.


Saksikan juga video ' Malaysia Bertumpu Pada China Untuk Berkembang ':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed