Follow detikFinance
Selasa, 21 Agu 2018 20:13 WIB

Dana Desa Rp 73 Triliun Diprediksi Mampu Kurangi Kemiskinan

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Danang Sugianto Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Alokasi dana desa tahun depan direncanakan sebesar Rp 73 triliun. Angka ini lebih besar dari anggaran tahun ini Rp 60 triliun.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan kenaikan dana desa akan berimbas ke penurunan tingkat kemiskinan di pedesaan. Bertambahnya dana desa bisa memberikan manfaat yang lebih besar ke penduduk desa.

"Kalau dalam teori Kuznet, itu setiap kenaikan income per kapita di daerah miskin itu akan didahului kenaikan gini rasio sesaat sampai orang kayanya benar-benar. Karena kan gini ratio diukur dari spendingnya kelompok masyarakat," tutur Eko di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2018).


Eko mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat kemiskinan turun ke level 9,82% atau setara 25,95 juta orang. Angka ini turun dibandingkan posisi Maret 2017 sebanyak 27,77 juta orang atau 10,64%.

"Kaya tahun ini aja selama setahun dari Maret 2017 sampai Maret 2018 menurut data BPS itu di Indonesia terjadi penurunan 1,82 juta orang miskin, tapi yang menggembirakan adalah jumlah penurunan angka kemiskinannya lebih besar di desa daripada di kota," kata Eko.



Ia meyakini, ke depan jumlah penduduk miskin di pedesaan bisa jauh lebih rendah karena adanya dana desa.

"Nah kalau akselerasi penurunan kemiskinan di desa bisa kita pertahankan maka dalam tujuh tahun ke depan itu jumlah orang miskin di desa akan lebih kecil dibandingkan orang miskin di kota," tutur Eko.


Eko juga meyakini tingkat ketimpangan pengeluaran atau gini rasio juga ke depan bisa ditekan.

"Gini rasio in the long term pasti akan ditekan tapi kalau secara nasional itu pasti akan menurun karena orang kaya di desa secara nasional masih golongan menengah atau miskin," tutup Eko.


Saksikan juga video 'Pencairan Dana Desa Tahun Ini Lebih Cepat, Pengawasan Lebih Ketat':

[Gambas:Video 20detik]

(ara/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed