Banyumas Punya Durian Bawor Pesaing Montong

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Kamis, 30 Agu 2018 14:48 WIB
ilustrasi/ Foto: iStock
Jakarta - Indonesia merupakan penghasil durian terkenal di dunia. Varietasnya beragam dan kaya dengan cita rasanya yang unik antara satu sama lain. Durian-durian lokal ini tersebar di beberapa daerah di Indonesia, beberapa di antaranya dari Banyumas, Jawa Tengah.

Banyumas memiliki varietas yang mirip dengan durian montong. Masyarakat menamainya dengan sebutan Kromo Banyumas. Varietas yang sudah dilepas oleh Kementerian Pertanian ini disebut Montong-nya Banyumas. Menurut masyarakat Banyumas, Kromo Banyumas memiliki cita rasa lebih kuat dari Durian Montong aslinya.

"Banyumas terkenal duriannya. Rasanya enak tenan. Durian lokal kita beragam varietasnya dan banyak sebarannya. Khusus di Banyumas ada Kromo Banyumas. Sayang kalau mampir tapi tidak mencicipi, bisa rugi. Mampir ke sini di Nopember, Desember, Januari. Durian lokal kita bagus. Mari cintai buah lokal," ujar Dirjen Hortikultura Suwandi dalam keterangan tertulis, Kamis (30/8/2018).


Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Widarso mengungkapkan buah yang dijuluki sebagai "King of Fruit" atau rajanya buah ini digadang-gadang menjadi pesaing Durian Monthong karena memiliki kemiripan. Karena itu, dia menjamin durian di wilayahnya mengungguli rasa durian manapun karena memiliki keunggulan rasa dihasilkan dari mengutamakan bibit unggul.

"Jadi yang paling penting, ini berhasil karena petani tidak mau memadukan bibit yang tidak jelas. Dia (petani) hanya mau mengelola bibit berkualitas. Dulu yang jamannya Durian Montong, sekarang Durian Bawor yang menjadi incaran pecinta durian. Rasanya enak sekali," ujar Widarso.

Selain Kromo Banyumas, ada juga varietas durian Bawor. Bawor diambil dari kata 'batang yang diowor-owor'. Dikarenakan batang akar yang bercabang dan merupakan perpaduan beberapa varietas.

Durian Bawor sudah mulai berbuah di usia 3 tahun dan dalam satu tahun bisa panen sebanyak 3 kali. Durian Bawor sendiri juga memiliki beragam macam. Ada yang berkaki 2, 3 bahkan lebih dari 4 tergantung berapa varietas yang disilangkan. Beratnya per buah rata-rata 3 kg.

Banyumas Punya Durian Bawor Pesaing MontongFoto: Dok Kementan

Penyuluh Kecamatan Kemranjen, Nasipan menuturkan besarnya harga Durian Bawor ditentukan dari ukuran berat. Satu kilo durian pada musim panen dihargai rata-rata Rp 50 ribu, sementara berat rata-ratanya 3 kg per buah.

"Artinya, tergambar keuntungan para petani apabila puncak tanam di usia 5 tahun, satu pohon dapat menghasilkan 80 hingga 100 buah. Tak heran banyak penduduk kecamatan Kemranjen lebih memilih menjadi petani durian," tuturnya.

"Selain menjual buah, kami juga menjual bibitnya. Harga berkisar Rp 5.000 hingga Rp 2 juta per pohon," sambungnya.


Soal rasa, durian ini jelas memiliki keunggulan sebanding dengan durian lokal lainnya. Dagingnya tebal dan aromanya kuat. Durian dengan nama lengkap Bhineka Bawor dikenal karena memiliki kulit yang tipis, berbiji kecil, berbuah tebal dengan rasa yang nikmat. Rasanya, legit, manis, sekaligus bercampur sedikit pahit. Rasa semu pahit ini, bagi sebagian penikmat durian, adalah puncak cita rasa durian.

Buah ini mengalami puncak panen pada Januari dan Februari. Ketika memasuki masa panen, durian-durian ini ditemukan para penjual di pinggir jalan. Begitu pula di Kecamatan Kemranjen yang kini kesohor sebagai pusat durian sekaligus pusat pembibitan durian berkualitas.

Tak hanya Durian Bawor, petani juga mengembangkan durian lokal lain seperti Durian Cani, Matahari, Pelangi, Serombut, Petruk dan sebagainya dan berbagai varietas silang lainnya. (ega/hns)