Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 30 Agu 2018 16:12 WIB

Krisis Turki dan Argentina Bikin Arus Modal Sulit Masuk RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Krisis ekonomi di Turki dan yang mau disusul oleh Argentina memiliki dampak besar bagi negara berkembang lainnya, seperti Indonesia.

Senior Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan dampak yang akan terasa bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya adalah arus modal yang sulit didapatkan.

"Sekarang ada Argentina, kita sudah prediksi ini gantian saja, tapi itu hal yang lumrah di negara berkembang, tapi seberapa parah pengaruhi Indonesia," kata Andry dalam Macroeconomic Outlook di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (30/8/2018).


"Sekarang dari Turki impact-nya dari perdagangan tidak besar, tetapi pada financial market, melalui aliran modal, capital flow itu," sambung dia.

Aliran modal yang sulit masuk ke Indonesia pun akan menyulitkan rencana pemerintah dalam memperbaiki defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD). Pasalnya, Indonesia sebagai negara berkembang akan dinilai sama dengan negara-negara seperti Turki dan Argentina.


Hanya saja, Andry memastikan bahwa CAD Indonesia yang sekitar 3% terhadap PDB masih sehat. Namun, yang dikhawatirkan adalah terkait dengan pendanaan di transaksi berjalan itu sendiri.

"Dibanding negara berkembang lainnya Indonesia masih baik, kalau dilihat rank-nya diantara negara lain kita di 7 dari top 10," ujar dia.


Saksikan juga video 'Soal Imbas Krisis Turki, Sri Mulyani: Ekonomi RI Kita Jaga':

[Gambas:Video 20detik]

(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com