Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan dominasinya terhadap Rupiah. Kemarin dolar AS sempat tembus level Rp 14.729.
Ternyata akibat kenaikan nilai dolar AS hingga saat ini, harga dari beberapa barang elektronik terutama laptop dan aksesorisnya mengalami kenaikan.
Salah satu pedagang aksesoris laptop dan komputer di Harco Mangga dua Pranoto menjelaskan kenaikan harga dolar tidak langsung terdampak pada item yang dia beli di suplier.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, harga beberapa produk seperti keyboard game, mouse, coolpad, speaker mengalami kenaikan yang cukup besar sampai Rp 10.000.
Sebagai pemasok yang kerap kali mendapat pesanan besar dari reseller, ia mengaku kerap menerima keluhan akibat kenaikan harga yang terdampak penguatan dolar.
"Ada naik hanya memang untuk beberapa item yang agak mahal. Kita naikan sekitar Rp 10.000, cuma kan keluhan ada terutama dari reseller," jelasnya kepada detikFinance, Jumat (31/8/2018).
Ia menjelaskan, banyak reseller yang akhirnya mengambil barang dengan kualitas yang lebih bawah, untuk mendapatkan harga yang lebih murah.
"Misalnya untuk yang keyboard dia biasa beli yang Rp 300.000, nah karena yang Rp 300.000 jadi 315.000 dia jadi beli yang Rp 250.000. Reseller beli ke harga yang lebih rendah dan kualitasnya juga yang agak bawah," katanya.
Ia menjelaskan dulu sempat jadi pengimpor langsung. Namun, karena segala proses dan berkas administrasi dirasa rumit maka ia mengambil barang dari suplier lokal di mangga dua.
"Ikutin maunya suppliernya aja. Mereka juga kan terkena imbas kenaikan. Nggak semua item dinaikin banyak produk dan nggak. Karena semudah itu menganti harha dalam waktu dekat," katanya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia sengaja memberikan harga agak tinggi untuk mengantisipasi fulktuasi terutama saat harga naik.
"Misalnya kalau sudah nggak bisa lagi bertahan, kita naikan agak tinggi misalnya naik Rp 5000- 10.000 agar nanti kalau ada kenaikan harga dari suplier kita nggak deg-degan, kata dia.
Sebagai informasi, kenaikan harga dolar kali ini, menurut data Reuters, kemarin dolar AS bergerak di level Rp 14.660 hingga 14.729. Angka tersebut tertinggi dalam tiga tahun terakhir namun masih kalah dari rekor Rp 14.855 yang terjadi pada 24 September 2015. Ini juga merupakan rekor tertinggi dolar AS di 2018.










































