Geruduk Kantor Grab, Pengemudi Online Tolak Eksploitasi

Geruduk Kantor Grab, Pengemudi Online Tolak Eksploitasi

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 10 Sep 2018 11:52 WIB
Geruduk Kantor Grab, Pengemudi Online Tolak Eksploitasi
Foto: Trio Hamdani
Jakarta - Ratusan pengemudi transportasi online mendemo Kantor Grab di Lippo Kuningan, Jakarta. Mereka meminta manajemen perusahaan aplikator tersebut turun temui pendemo.

Humas aksi demo, Dedi Heriyantoni menyampaikan pihaknya ingin Pendiri dan CEO Grab Anthony Tan yang datang langsung menemui pendemo.

"Kami sudah temui komandan kepolisian, saya minta CEO Grab Indonesia turun keluar menemui kita," katanya di lokasi, Senin (10/9/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sementara dia menjelaskan para pendemo tidak akan masuk ke dalam Kantor Grab. Mereka meminta pihak kepolisian yang mengamankan demo membantu membawa CEO Grab turun.

"Kita tidak pernah mau masuk ke dalam, karena kita adalah mitra. Setiap rupiah keuntungan mereka didapat dari keringat dan tetes darah kita. Makanya kita minta komandan kepolisian membawa mereka turun menemui kita," lanjutnya.



Orator lain, Gairal Wendra menyampaikan para pendemo ingin CEO Grab turun agar bisa mendengarkan tuntutan para pengemudi yang selama ini jadi mitranya.

"Tidak cukup sampai mereka datang sampai mereka turun ke kita, apa yang kita mau harus dipenuhi," tambahnya.

4 Tuntutan

Ada 4 tuntutan yang diajukan oleh para pengemudi online ke perusahaan aplikator tersebut.

"Apa yang kita mau harus dipenuhi, harga mati, tuntutan kita hanya ada 4, tidak lah terlalu sulit bagi mereka," kata Gairal Wendra.

Empat hal yang tuntutan para pengemudi online yang diserukan ke perusahaan aplikator, pertama menagih janji aplikator, kedua menolak keras aplikator menjadi perusahaan transportasi, ketiga menolak keras eksploitasi terhadap driver online, keempat menolak keras kartelisasi dan monopoli bisnis transportasi online.

Bila perusahaan aplikator tidak memenuhi tuntutan tersebut, para pengemudi online bakal meminta kepada pemerintah untuk mengusir aplikator, baik Grab maupun Go-Jek dari Indonesia.



Para pengemudi online memberi opsi kepada perusahaan aplikator, yakni mengabulkan permintaan tanpa syarat, serta bersedia diawasi oleh para mitra dan pemerintah dalam pelaksanaan tuntutan. Jika tidak pilihan para aplikator adalah angkat kaki dari Indonesia.

"Yang kita mau mereka turun, turun atau usir. Bila turun hanya lah satu, penuhi tuntutan kita, setuju?" tambahnya.



Saksikan juga video 'Driver Taksi Online Minta Pemerintah Usir Grab dari Indonesia!':

[Gambas:Video 20detik]

(kil/kil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads