Follow detikFinance
Jumat, 14 Sep 2018 11:19 WIB

Melihat Pabrik Rinnai, Kompor yang Sudah 30 Tahun Ada di Dapur RI

Odilia Winneke Setiawati - detikFinance
Foto: Odilia WS Foto: Odilia WS
Jakarta - Masih ingat kompor gas apa yang pertama kali Anda beli? Bisa jadi kompor gas Rinnai yang menemani Anda di hari-hari pertama di dapur keluarga Anda.

Ya, PT. Rinnai Indonesia tahun ini tepat berusia 30 tahun memproduksi peralatan dapur dan rumah tangga di Indonesia. Berawal di pabrik Cikupa, Tangerang dan kini diperluas di Balaraja, Tangerang.

Kompor gas meja, kompor gas tanam, juga commercial cooker untuk keperluan hotel, restoran, dan katering, serta cooker hood diproduksi di dua pabrik tersebut. Sejak awal standar kualitas dan sistem teknologi Jepang diterapkan secara langsung.

Ini karena PT. Rinnai Indonesia merupakan bagian dari Rinnai Corporation, Japan yang tahun ini berusia 98 tahun. Pada tahun 1920 di Nagoya, Jepang Hidejiro Naito dan Kenkichi Hayashi mendirikan Rinnai Corporation, Japan.

Jaringan Rinnai tersebar di 15 negara di seluruh dunia. Mulai dari Korea, China, (Guangzhou, Shanghai, Hongkong) Taiwan, Singapura, Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Brazil, Italia, Selandia Baru hingga Australia.

Di Indonesia, produk Rinnai telah hadir sejak tahun 1979, dengan pabrik pertama didirikan di Cikupa, Tangerang pada tahun 1988. Seiring dengan bertambahnya kebutuhan akan produk Rinnai, pabrik kedua diresmikan pada 3 September 2012 di Balaraja, Tangerang.

Meskipun merupakan perusahaan joint venture, kegiatan operasional perusahaan nyaris seluruhnya melibatkan tenaga kerja Indonesia terutama masyarakat sekitar Tangerang.

"Hanya 4 orang Jepang saja yang ikut terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan di Indonesia, selebihnya orang Indonesia," jelas Yoshitsugu Hamano, President Director PT Rinnai Indonesia kepada detikcom di Balaraja, Jumat (10/8/2018) lalu.

Pabrik RinnaiPabrik Rinnai Foto: Odilia WS

Pabrik PT. Rinnai Indonesia memproduksi kompor gas meja, kompor gas tanam, commercial cooker dan cooker hood. Semua produk dibuat mulai dari bahan mentah dan komponen hingga menjadi produk jadi.

"Karena komitmen kami adalah 'Quality Is Our Destiny' maka mayoritas komponen dibuat sendiri. Kami bukan hanya merakit, tetapi membuat komponen dan menyatukannya dengan teknologi yang teruji dari Jepang," tambah Yoshitsugu Hamano.


Seperti yang detikcom saksikan saat berada di dalam pabrik. Bahan baku berupa lempengan logam untuk bodi kompor hingga kuningan berbentuk silinder dicetak dan dibentuk dengan mesin khusus.

Dari pemantik, kepala tungku hingga saluran untuk aliran gas juga diuji berkali-kali sebelum dirakit menjadi kompor. Karena itu tak heran jika ada juga beberapa mesin yang diciptakan oleh tim Rinnai khusus untuk produk Rinnai.

Pembentukan kerangka bodi kompor hingga pengecatan dilakukan dengan cermat. Dari pencetakan hingga proses pengeringan cat. Sebelum dikemas, Kompor pun diuji dengan dinyalakan berulang-ulang hingga memenuhi standar keamanan. Katup gas kompor gas Rinnai tahan dinyalakan berulang hingga 110.000 kali putaran.

Pabrik RinnaiPabrik Rinnai Foto: Odilia WS

Sistem manajemen peralatan juga dilakukan dengan standar Jepang. Demikian juga dengan para pekerja dilatih sebelum diterjunkan dalam unit produksi.

Bukan hanya harga yang bersaing, kualitas produk kompor gas PT. Rinnai Indonesia juga berhasil terus dipertahankan. Hal ini dibuktikan melalui penghargaan kualitas dan brand ternama yang setiap tahun diperoleh PT. Rinnai Indonesia.

Beberapa penghargaan yang diperolah antara lain, Indonesian Customer Satisfication Award (ICSA) 2007-2017, Indonesia Best Brand Award (IBBA) 2007 - 2017 dengan predikat Indonesia Double Platinum Brands setelah memperoleh IBBA selama 10 tahun berturut - turut, dan beberapa penghargaan bergengsi lainnya.

(odi/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed