Follow detikFinance
Jumat, 14 Sep 2018 11:43 WIB

Ekonomi RI Tak Capai Target, Bagaimana Dampaknya ke Investasi?

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pemerintah selalu menyebutkan kunci untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan cara menggenjot kinerja investasi dan ekspor.

Belum lama ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya mampu berada di level 5,14-5,21% atau jauh dari target APBN 2018 yang sebesar 5,4%.

Lalu, bagaimana dengan laju investasi di Indonesia? Apalagi, investor menjadikan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu faktor untuk menanamkan modalnya.

"Kalau hanya karena penurunan prediksi pertumbuhan saya rasa tidak terlalu besar dampaknya terhadap investasi karena biar bagaimana masih di kisaran 5%," kata Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohamad Faisal saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (14/9/2018).


Faisal berpandangan bahwa kinerja investasi nasional akan tetap menarik asalkan pemerintah mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga daya beli masyarakat dengan merealisasikan inflasi di level rendah.

"Maka paling tidak investasi akan terus tumbuh seperti beberapa tahun terakhir," tambah dia.

Dia juga menganggap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 yang di bawah target 5,4% masih wajar, mengingat masih adanya dowside risk yang mampu menekan ekonomi.

"Cukup wajar, karena target tetap memungkinkan 5,3%, tapi yang 5,15% ini kan dengan catatan downside risk," tutup dia.

(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed