Follow detikFinance
Jumat, 14 Sep 2018 21:53 WIB

Dilelang untuk Lombok, Sepeda yang Pernah Dipakai Jokowi Laku Rp 1 M

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto/detikFinance Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - Di sela-sela acara peluncuran buku TGBNomics, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa TGB (Tuan Guru Bajang) menggalang dana untuk korban gempa Lombok dan Sumbawa. Caranya dengan melelang beberapa barang mulai dari pakaian atlet kenamaan hingga sepeda yang pernah dipakai Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Barang pertama yang dilelang adalah sepeda yang pernah dipakai Jokowi saat mengunjungi Lombok pada 2015. Jokowi menggenjot sepeda itu sepanjang 5 km dari Jalan Majapahit hingga Jalan Langko.

Saat dibuka penawaran, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani langsung mengancungkan jari. Dia berani menawar diangka Rp 600 juta.

"Saya Rp 600 juta," seru Rosan di Hotel Ayana, Mid Plaza, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Sayang tawaran Rosan dipatahkan seorang pria bernama Jonatan. Jonatan mengacungkan jari dan berani membayar sepeda itu seharga Rp 1 miliar. Ternyata Jonatan berasal dari Tahir Foundation Indonesia, sebuah lembaga amal besutan pengusaha kenamaan Dato' Sri Tahir.

"Mohon maaf Pak Rosan, kalau boleh saya bid Rp 1 miliar," kata Jonatan.

Selain itu, Elek Yo Band atau grup musik menteri kabinet kerja melelang lagu 'Manis dan Sayang' untuk membantu korban gempa di lombok. Lagu tersebut laku dengan harga Rp 851 juta.

Tahir Foundation

Ada beberapa barang yang dilelang, mulai dari sepeda yang pernah di pakai Presiden Joko Widodo, peralatan olahrava atlet berprestasi hingga lagu-lagu Elek Yo Band. Total penggalangan dana dari acara ini mencapai Rp 5,519 miliar.

Dari total angka penggalangan dana itu, sebagian besar berasal dari Tahir Foundation Indonesia. Total yayasan sosial milik pengusaha Dato' Sri Tahir itu menggelontorkan dana sekitar Rp 3 miliar.

"Itu untuk sepeda Pak Jokowi Rp 1 miliar, lagu Pak Moeldoko dan Elek Yo Band Rp 1 miliar dan 2 lagu lainnya masing-masing Rp 500 juta," kata Jonatan yang adalah Co-Chair Tahir Foundation Indonesia.

Jonathan mengaku datang ke acara ini memang untuk menyalurkan sumbangan untuk korban gempa di NTB. Sementara untuk barang-barang yang dibeli nantinya hanya akan dipajang di kantornya.

"Buat pajangan saja, tapi kalau nanti ketemu Pak Jokowi mau saya balikin lagi," candanya. (das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed