CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 18 Sep 2018 12:30 WIB

Laporan dari China

Kesan Mahasiswa RI Saat Kunjungi Pameran Peternakan Terbesar se-Asia

Raras Prawitaningrum - detikFinance
Mahasiswa Indonesia melihat kecanggihan teknologi peternakan di pameran VIV China 2018/Foto: Raras Prawitaningrum/detikcom Mahasiswa Indonesia melihat kecanggihan teknologi peternakan di pameran VIV China 2018/Foto: Raras Prawitaningrum/detikcom
Nanjing - Mahasiswa serta dosen fakultas peternakan dan fakultas kedokteran hewan dari sembilan universitas di Indonesia mengunjungi Pameran Peternakan Terbesar se-Asia, VIV China 2018. Pada tahun ini, VIV China diselenggarakan di Nanjing International Expo Centre (NIEC) pada 17-19 September 2018.

Di pameran ini, mahasiswa dan dosen yang merupakan peserta Charoen Pokphand Best Student Appreciation (CPBSA) tahap II berkesempatan mengenal teknologi terkini dalam bidang peternakan. Sebab, para pelaku industri peternakan, pebisnis, dan stakeholder dari berbagai negara berkumpul di sini.


Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Soedirman, Fajar Dwi Pamuji (23) mengungkapkan ia mendapatkan banyak pengetahuan baru di VIV China 2018.

"Datang ke pameran ini jadi tahu banyak hal, tahu perbedaan kegiatan belajar di kampus dan dunia luar. Banyak teknologi terutama peralatan yang dipamerkan di sini yang belum saya kenal karena di kampus hanya belajar prinsipnya saja. Di pameran ini diperkenalkan bentuk peralatannya," jelasnya kepada detikcom di sela pameran VIV China 2018, Senin (17/9/2018).

Kesan Mahasiswa RI Saat Kunjungi Pameran Peternakan Terbesar se-AsiaMahasiswa Indonesia melihat kecanggihan teknologi peternakan di pameran VIV China 2018. Foto: Raras Prawitaningrum/detikcom

Fajar turut menjelaskan teknologi yang menarik perhatiannya di pameran ini adalah kandang ayam layer.

"Paling menarik saya melihat teknologi kandang layer dan broiler sudah full automatic. Ada juga beberapa company yang menghasilkan raw material dan dijual ke feedmill. Bahan tersebut mengandung probiotik dan fermentasi pangan seperti soybean," papar Fajar yang bercita-cita menjadi technical service bagi para peternak jika sudah lulus nanti.


Mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, Annisa Rofiqoh (23), juga mengungkapkan hal yang sama.

"Semakin tahu bahwa industri peternakan semakin maju teknologinya, khususnya dari segi kesehatan hewan. Kini banyak obat-obatan yang di Indonesia sudah tidak boleh AGP (Antibiotik Growth Promotor), biasanya dalam pakan diberi antibiotik, tapi khawatir bisa membuat resistensi antibiotik. Sekarang bisa dikembangkan lagi. Ada enzim, yeast, dan probiotik yang dipamerkan di VIV China," katanya.

Kesan Mahasiswa RI Saat Kunjungi Pameran Peternakan Terbesar se-AsiaMahasiswa Indonesia melihat kecanggihan teknologi peternakan di pameran VIV China 2018. Foto: Raras Prawitaningrum/detikcom

Ada sekitar 400 perusahaan dari sektor peternakan dan kesehatan hewan yang memamerkan inovasinya di VIV China 2018. Sebut saja Linco, Aviagen, KAHPA, Amlan International, dan TEXHA. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed