Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 21 Sep 2018 19:55 WIB

Disinggung soal Tudingan Ratna Sarumpaet, Sri Mulyani Angkat Bahu

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto/detikFinance Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Jakarta - Aktivis Ratna Sarumpaet menuding pemerintah memblokir dana yang dimiliki salah satu nasabah di Papua. Dana itu disebut-sebut akan digunakan untuk bantuan swadaya pembangunan di Papua.

Ratna langsung menyebut pihak yang memblokir dana tersebut adalah Kementerian Keuangan.Ketika dikonfirmasi kepadanya, Sri Mulyani enggan menanggapi. Dia hanya mengangkat bahu dan mengernyitkan dahi sambil berlalu sesaat setelah Konfrensi Pers APBN Kita di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

"Sudah ya mas," kata ajudan Sri Mulyani sambil menghalangi awak media.


Sebelumnya Aktivis Ratna Sarumpaet menuding pemerintah melakukan pemblokiran dana sejumlah nasabah. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk bantuan swadaya pembangunan di Papua.

"Kasusnya sendiri adalah bahwa ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh kekuasaan dalam hal ini dugaan pelanggaran yang dilakukan kekuasaan, dalam hal ini bisa Pak Jokowi sebagai kepala pemerintahan dan dilakukan oleh Menteri Keuangan," kata Ratna saat jumpa pers di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (17/9/2018).

Kasus ini bermula dari salah satu nasabah, Ruben PS Marey yang mendatangi Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC). Ruben melaporkan bahwa pemerintah diduga melakukan pemblokiran sepihak atas dananya yang disimpan dalam salah satu bank di Indonesia.


Ruben menjelaskan, persoalan ini bermula dari dia yang menerima gelontoran dana dari para donatur untuk membangun Papua. Dana dengan total Rp 23,9 triliun itu tersimpan sejak tahun 2016 dalam rekening pribadinya.

"Total keseluruhan Rp 23,9 triliun rupiah itu untuk dana-dana pembangunan yang kami upayakan saat itu supaya para donatur itu tergerak hatinya karena melihat ketertinggalan kami di Papua dengan angka kemiskinan yang begitu tinggi indeks pembangunan manusianya sangat rendah bahkan kalau diukur seluruh dunia paling rendah di seluruh dunia," tutur Ruben.

Namun, kata Ruben, tiba-tiba dana di rekeningnya tersebut hilang. Saat dicek ke bank tempat Ruben menyimpan uang itu, tak ada catatan uang masuk dalam rekeningnya.

"Kemudian kami mendapatkan print out rekening kami dan faktanya kosong tetapi laporannya World Bank itu sudah masuk ke rekening kami ini kami melihat kejanggalan-kejanggalan yang terjadi," katanya.


Ruben mengatakan sudah cek kembali ke World Bank (Bank Dunia), dan hasilnya dana tersebut telah sukses terkirim ke rekening Ruben.

Bank Dunia akhirnya buka suara lantaran institusi tersebut dibawa-bawa. Bank Dunia membantah pernyataan Ratna dan menegaskan tidak terlibat transaksi perorangan.

"Terkait dengan tuduhan yang keliru baru-baru ini bahwa Bank Dunia terlibat transaksi keuangan dengan pihak perorangan di Indonesia, dengan ini Bank Dunia kantor Jakarta memberikan klarifikasi bahwa tuduhan tersebut tidak benar," bunyi keterangan tertulis Bank Dunia, Jumat (21/9/2018).

Bank Dunia bukan merupakan bank pada umumnya yang memiliki kemampuan untuk menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya. Bank Dunia merupakan sebuah lembaga yang bertugas membantu penanggulangan kemiskinan dan pembangunan di negara berkembang. (das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed