Iran Bisa Ancam Kurangi Ekspor Minyak

Iran Bisa Ancam Kurangi Ekspor Minyak

- detikFinance
Senin, 15 Agu 2005 13:41 WIB
Jakarta - Saat lonjakan harga minyak sempat menembus US$ 67 per barel. Iran sebagai salah satu negara pengekspor kedua terbesar OPEC bisa mengancam akan mengurangi ekspor minyaknya. Ancaman itu seiring dengan tekanan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Eropa kepada Iran untuk mengembangkan reaktor nuklirnya.Ancaman Iran ini dinilai sebagian pengamat akan semakin membawa harga minyak ke level yang tertinggi. Bahkan harga minyak akan mencapai ke level US$ 70 barel per barel. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad seperti yang dikutip kantor berita AP, Senin (15/8/2005) meminta kepada kabinetnya untuk melakukan konfrontasi dengan pemerintahan negara barat. Jika memang sanksi akan terus diberikan PBB kepada Iran karena terus dituduh mengembangkan senjata nuklir, maka Iran akan menghentikan ekspor minyaknya."Jika AS dan PBB terus menekan, maka Iran dipastikan akan mengurangi produksi minyaknya, dan ini akan membahayakan perekonomian dunia," kata David Thurtell, pengamat perminyakan dan politik Timur Tengah.Iran saat ini memompa paling tidak sedikitnya 4 juta barel minyak per hari. Iran merupakan negara kedua terbesar pengekspor minyak setelah Arab Saudi yang tergabung dalam OPEC.Data resmi menyebutkan, penerimaan negara Iran dari minyak pada pertengahan tahun ini mencapai US$ 43 miliar. Penerimaan ini adalah yang terbesar sejak negara itu menjadi negara produsen minyak sejak 98 tahun yang lalu.Di sisi lain, ada sebagian pengamat yang menilai kekhawatiran harga minyak akan makin tinggi hingga mencapai US$ 70 per barel kurang beralasan. Prediksi itu dinilai terlalu berlebihan dan hanya akan menguntungkan para spekulan. Harga minyak diprediksi akan turun kembali setelah mencapai level US$ 68. "Harga minyak tidak akan sampai US$ 68, karena pada harga saat ini, permintaan minyak akan turun," kata Lindall, pengamat perminyakan Swiss. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads