Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 24 Sep 2018 18:38 WIB

Sri Mulyani: Defisit Transaksi Berjalan RI Kuartal III Belum Turun

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bicara soal defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada kuartal III-2018. Menurutnya, pada kuartal III-2018, CAD masih belum jauh berbeda dibandingkan periode sebelumnya.

Perlu diketahui CAD di kuartal II-2018 sebesar 3,04% terhadap PDB atau nilainya US$ 8 miliar dan lebih tinggi dari periode kuartal I-2018 yang mencapai US$ 5,7 miliar.

"Jadi kita sudah dapat melihat bahwa untuk kuartal III CAD-nya masih akan belum rem menurun," ujar Sri Mulyani di Gedung BKF Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).



Ia juga menyoroti neraca perdagangan di Juli dan Agustus yang masih defisit masing-masing US$ 2,03 miliar dan US$ 1,02 miliar. Langkah pemerintah untuk mengerem impor seperti penerapan pajak juga baru berlaku setelah dirilis bulan ini.

"Beberapa measure yang dilakukan kemarin kan baru mulai efektif kan sebagian dimulai di September ini," tutur Sri Mulyani.

Untuk CAD di kuartal IV-2018, Sri Mulyani mengatakan pihaknya menanti hasil dari penerapan perluasan penggunaan biodiesel 20% atau B20. Meski terkendala, Sri Mulyani mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan pihak terkait agar penerapan kebijakan tersebut bisa berjalan dengan baik.

"Kita akan lihat di kuartal IV, measures atau tindakan yang sudah dilakukan seperti B20. Kemudian Dirut Pertamina menyampaikan ada kendala maka kita akan coba atasi dan kita akan terus koordinasi dengan menteri-menteri yang lain," kata Sri Mulyani.

"Tapi dari kita, Kemenkeu menyiapkan seluruh instrumen fiskal kita. Kalau emang ada yang perlu ditambah kita tambah, ada yang kurang kita kurang, gitu ya," tutup Sri Mulyani.

(ara/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed