Harga Minyak Turun Jadi US$ 65 Per Barel

Harga Minyak Turun Jadi US$ 65 Per Barel

- detikFinance
Selasa, 16 Agu 2005 13:14 WIB
Jakarta - Harga minyak di pasar internasional dalam dua hari terakhir ini terus turun. Penurunan ini disebabkan karena menurunnya permintaan minyak dan telah diperbaikinya sejumlah kilang.Pada perdagangan Selasa (16/8/2005) siang ini di pasar Singapura, minyak jenis light sweet crude untuk kontrak bulan September turun 66 sen menjadi US$ 65,61 per barel. Sebelumnya pada perdagangan Jumat pekan lalu minyak jenis ini mencapai harga US$ 67,10.Harga gas juga mengalami penurunan yang sebelumnya diperdagangkan US$ 1,9550 per galon saat ini dijual dengan harga US$ 1,8596.Seperti dikutip kantor berita AP, kenaikan harga minyak dunia yang terjadi pada delapan bulan belakangan ini telah menyebabkan harga minyak terpental hingga ke level US$ 60 per barel. Kenaikan harga yang sangat drastis ini disebabkan juga oleh adanya ancaman serangan teroris terhadap fasilitas minyak di Timur Tengah.Selain itu, kerusakan sejumlah kilang juga menyebabkan tingginya harga minyak. Di AS lusinan kilang tengah mengalami perbaikan. Kilang yang diperbaiki itu sebanyak 16 persen dari total kapasitas produksi kilang negeri adidaya itu.Kilang yang mengalami perbaikan antara lain beberpa milik ConocoPhillips yang mampu mengolah minyak sebesar 306 ribu barel per hari. Selain itu kilang Wood River dan Premcor Inc di Memphis yang mampu mengolah 190 ribu barel per hari.Harga minyak saat ini lebih tinggi sebesar 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun tingginya harga minyak saat ini belum menembus rekor harga minyak yang pada tahun 1980 pernah mencapai US$ 90 per barelnya. (mar/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads