Follow detikFinance
Senin, 01 Okt 2018 18:48 WIB

Jokowi akan Bicara soal Fintech di Acara Dunia Ini

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berbicara soal fintech pada saat pertemuan internasional IMF-World Bank (WB) di Bali 2018.

Ketua Pengurus Panitia Harian Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018, Susiwijono Moegiarso mengatakan Presiden Jokowi akan berbicara mengenai fintech.

"Indonesia mengusulkan flagship seminar mengenai digital economy namanya Bali Fintech Agenda. Ini merupakan satu-satunya flagship seminar yang diinisiasi oleh Pemerintah RI," kata Susiwijono di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Susi menjelaskan, seminar Bali Fintech Agenda termasuk ke dalam dua isu yang akan dibahas selama gelaran IMF-WB 2018 di Bali. Isu pertama terkait dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM), kedua adalah tentang digital economy.

"Bali Fintech Agenda keynote speaker Bapak Jokowi. Diselenggarakan Kamis, 11 Oktober 13.00-14.30 WITA," jelas dia.

Usai Presiden Jokowi membuka, acara tersebut dilanjut dengan diskusi panel dengan narasumber Christine Lagarde, Jim Yong Kim, Sri Mulyani Indrawati dan beberapa delegasi lainnya.

Menurut Susiwijono, dalam Bali Fintech Agenda ini terdapat 12 prinsip atau elemen dasar pengembangan fintech yang nantinya akan disepakati oleh seluruh dunia.

"Yang 12 basic element, nanti akan kita ajukan, akan ada semacam agreement prinsip perkembangan fintech, produk akhirnya ada 12 elemen, begitu di-approve maka seluruh dunia akan menjadi referensi," jelas dia.



Selain itu, kata Susi, masih banyak acara yang dalam waktu satu pekan di Bali, sebagai tuan rumah ada juga acara paviliun Indonesia yan dilaksanakan oleh Kementerian BUMN, Indonesia Gourmet & Food Festival yang melibatkan 44 UMKM lokal, art and craft expo, dan culture performance.

Lebih lanjut Susi mengatakan, ada juga acara kunjungan ke Garuda Wisnu Kencana (GWK) dengan jumlah peserta sekitar 2.580 orang. Pemerintah juga menyiapkan paket liburan dengan kontribusi peserta sebesar US$ 25 per hari.

"Ada 600 paket tour sekitar Bali, supaya mereka bisa melakukan ini, lalu ada 63 paket tour ke seluruh Indonesia dari Kemenpar," jelas dia.

Yang tidak kalah pentingnya, pemerintah Indonesia juga akan membahas mengenai manajemen keuangan dan asuransi bencana (disaster risk finance and insurance /DRFA).

"Ini sangat bagus, ide Indonesia di event seperti ini karena pas kita terkena bencana alam, secara prinsip di Kemenkeu, nanti teman Kemenkeu di BKF dan DJPK akan menjelaskan, isu ini akan didorong di IMF, karena ini cukup bagus untuk negara yang rawan," ungkap dia.

(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed