Menurut salah satu pedagang, Desi saat ini pihaknya menjual harga laptop sesuai dengan harga yang ditetapkan dari pabrik, sehingga tidak ada angka yang dilebihkan atau dikurangi.
Adapun, untuk mengatasi sepinya penjualan dirinya mengaku pasrah dan tidak menurunkan margin penjualan demi hal tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ngurangin margin juga nggak soalnya kalau ada yang beli ya sudah, kalau nggak juga ya sudah ikuti saja," imbuh wanita yang berjualan sejak 1998 ini.
Lebih lanjut, ia juga mengaku khawatir akan ada lagi kenaikan harga laptop karena nilai tukar dolar AS yang sudah menembus Rp 15.000.
"Ya kita khawatir ada kenaikan harga laptop kembali sih ini, tapi nggak tahu berapa kita ikut saja," jelasnya.
Adapun, harga laptop di tokonya mengalami kenaikan hingga Rp 150.000. Kenaikan tersebut terjadi sejak dua minggu lalu.











































