Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 03 Okt 2018 14:29 WIB

Pedagang Khawatir Harga Laptop Naik Lagi karena Dolar AS

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Puti Aini Yasmin Foto: Puti Aini Yasmin
Jakarta - Pedagang laptop di Mangga Dua Mal, Jakarta Utara mengaku pasrah saat berjualan. Hal ini karena penjualan yang sepi akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah.

Menurut salah satu pedagang, Desi saat ini pihaknya menjual harga laptop sesuai dengan harga yang ditetapkan dari pabrik, sehingga tidak ada angka yang dilebihkan atau dikurangi.

Adapun, untuk mengatasi sepinya penjualan dirinya mengaku pasrah dan tidak menurunkan margin penjualan demi hal tersebut.

"Kita nggak ada tuh nurunin harga. Kita benar-benar netapin harga sesuai sama dari pabriknya segitu," ungkap Desi kepada detikFinance, Rabu (3/10/2018).


"Ngurangin margin juga nggak soalnya kalau ada yang beli ya sudah, kalau nggak juga ya sudah ikuti saja," imbuh wanita yang berjualan sejak 1998 ini.

Lebih lanjut, ia juga mengaku khawatir akan ada lagi kenaikan harga laptop karena nilai tukar dolar AS yang sudah menembus Rp 15.000.

"Ya kita khawatir ada kenaikan harga laptop kembali sih ini, tapi nggak tahu berapa kita ikut saja," jelasnya.

Adapun, harga laptop di tokonya mengalami kenaikan hingga Rp 150.000. Kenaikan tersebut terjadi sejak dua minggu lalu.

(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com