Follow detikFinance
Jumat, 05 Okt 2018 17:50 WIB

Pascagempa, Mendes Sarankan Dana Desa Dialihkan untuk Pembangunan

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: kemendes PDTT Foto: kemendes PDTT
Jakarta - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan pihaknya mendorong sisa dana desa untuk pembangunan pascagempa di Palu dan sekitarnya. Eko pun mempersilakan adanya musyawarah desa untuk memanfaatkan sebaik-baiknya dana desa tersebut.

"Jadi kita sudah mengirim tim untuk sosialisasi. Mereka mengadakan Musydes, merubah APDes-nya sehingga sisa dana desa agar untuk dipakai pembangunan pasca bencana. Itu dilakukan di semua tempat bencana, seperti yang sudah kita lakukan di bencana gunung merapi dulu, di Lombok, di bali, sekarang kita melakukan sosialisasi di Sulteng," ujarnya di kantor Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta, Jumat (5/10/2018).


Dia melanjutkan saat ini setiap desa mendapatkan sekitar Rp 800 juta. "Dan sudah disalurkan dua tahap, jadi tinggal sisai 40% terakhir. Nah sisanya itu saya minta dialokasikan untuk penanganan pasca bencana," pungkasnya.

Kemendes PDTT juga berupaya melakukan penataan daerah-daerah terdampak gempa tersebut agar masyarakat dapat menikmati kembali tempat tinggal yang layak. Kemendes akan mengatur tata ruang daerah rawan bencana yang sebaiknya tidak dijadikan tempat tinggal penduduk lagi serta melakukan relokasi ke daerah-daerah yang aman.

"Jadi pertama kita konsentrasi dulu di tanggap darurat. Jadi bagaimana menolong korban yang selamat dan juga yang meninggal agar segera dimakankan. Setelah itu ada tahap-tahap berikutnya, kita juga punya peta geospasialnya. Jadi akan ada tata ruangnya daerah yang rawan bencana nanti tidak diperkenankan untuk area penduduk lagi. Penduduk akan dipindahkan ke daerah-daerah yang tidak rawan bencana," ujarnya.


Menurut Eko, banyak wilayah di Indonesia rawan bencana yang bisa terjadi kapan saja. Namun, ia berpesan agar tidak menjadikannya sebagai ketakutan yang berlebihan. Ia berpesan agar tetap siaga dan waspada agar dapat meminimalisir resiko dari bencana yang bisa datang kapan saja.

"Negara kita memang berada di daerah ring of fire. Jadi bencana bisa terjadi kapan saja. Tapi sebetulnya tidak perlu disikapi terlalu berlebihan asal kita tahu dan waspada. Pemerintah tentunya akan memberikan informasi yang lebih banyak lagi tentang daerah-daerah yang berpotensi bencana supaya masyarakat lebih siap dan pengangannya jika ada bencana," ujar Eko.

Sampai saat ini posko Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) di Makassar dan Palu juga terus menerima sumbangan. Terakhir, bantuan diserahkan oleh Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor M. Siahaan kepada Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo di kantor Kemendes PDTT, Kalibata, Jakarta, Jumat (5/10/2018). Bantuan ini pun disambut hangat Eko.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada CIMB Niaga karena turut membantu logistik di posko Kemendes yang ada di Palu, sebagaimana diketahui, Kemendes menyiapkan posko untuk pengungsi terutama para korban tsunami," sambung Eko.

Eko mengatakan Kemendes PDTT punya posko di dekat bandara Al-Jufri yang bisa menampung sekitar sampai 2.000 orang.

"Mudah-mudahan hari ini sudah full invansion, dan kita juga terus mendapatkan bantuan logistik dari dunia usaha, salah satunya hari ini kita mendapat bantuan dari CIMB Niaga berupa makanan, makanan bayi, susu, selimut dan lain sebagainya," tuturnya.

Bantuan tersebut berupa natura yang terdiri atas 200 selimut, 5 set tenda dengan kapasitas 20 orang, 50 unit terpal, 250 botol vitamin, 250 kodi pakaian, dan ratusan paket kebutuhan bantuan lainnya yang dibutuhkan para korban

Bantuan tersebut terus disalurkan secara bertahap hingga sampai bencana tanggap darurat ini selesa. Saat ini bantuan yang tersalurkan sudah mencapai sekitar ratusan juta rupiah. Agar bantuan tersebut merata, Kemendes juga melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ratusan titik pengungsi menurutnya sudah disebar bantuan.

"Distribusi sudah mulai jalan, karena kan di sana kita ada pendamping-pendamping desa juga. Jadi di sana ada 25 PNS yang jaga, volunteer bergantian, jadi totalnya ada sekitar 100 pendamping desa yang menjadi volunteer. Di sana juga ada posko kesehatannya yang disediakan oleh perusahaan lain, ada dapur umum juga dan para pendamping desa di sekitar Sulawesi Tengah itu terus report ke kita. Daerah-daerah yang belum dapat bantuan juga kita kirim menggunakan kendaraan roda dua, kita drop logistik yang dibutuhkan ke tempat-tempat yang ada tenda," ujar Eko.

Sementara itu, Tigor M Siahaan menyampaikan kerja sama dengan Kemendes tersebut merupakan sebagai penilaian atas kepercayaan CIMB Niaga terhadap Kemendes.

"Saya mengucapkan terima kasih sebenarnya dengan kemendes karena kami harus menyalurkan ini dengan lembaga yang terpercaya, dan kami mau supaya saluran ini tepat dan sangat membantu masyarakat sekitarnya. Kami juga bersyukur bisa bekerja sama dengan Kemendes sehingga masyarakat di sana bisa segera terbantu. Kami juga banyak dari nasabah kami yang ikut menyalurkan seperti susu, tenda dan sebagainya kita juga salurkan melalui Kemendes. Dan kami juga berharap pemulihan itu akan segera berlangsung," ujar Tigor.

Pada kesempatan itu, CIMB Niaga juga menyampaikan bantuan dari mitranya antara lain PT Frisian Flag Indonesia berupa 9.000 kotak susu UHT Frisian Flag. Baca berita lainnya dari Kemendes di sini. (mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed