Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 06 Okt 2018 13:34 WIB

'Ekonomi Indonesia Memang Sedang Tertekan'

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM Tony Prasetiantono menilai bahwa ekonomi Indonesia saat ini tengah tertekan ketidakpastian global.

Namun, tekanan tersebut belum sampai tahap lampu merah seperti yang dikatakan oleh Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli.

"Perekonomian Indonesia mengalami tekanan, memang iya, under pressure," kata Tony saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (6/2018).

Tekanan yang dimaksud, kata Tony terlihat dari nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus melemah. Pelemah kurs rupiah juga dipicu defisit transaksi perdagangan dan transaksi berjalan.

Menurut Tony, kondisi ekonomi nasional saat ini masih sehat, terlihat dari tren pertumbuhan ekonomi yang berada di level 5%, inflasi terkendali di level rendah, dan kondisi perbankan nasional yang masih sehat.



Meski demikian, Tony memberikan masukan kepada pemerintah untuk terus menyelesaikan tekanan global pada ekonomi nasional, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

"Tentu harus segera diatasi, Rupiah melemah bukan sendirian, negara lain juga. BI merespons kenaikan suku bunga The Fed, itu sudah dilakukan namun menurut saya belum cukup," jelas dia.

Sebelumnya, calon presiden (capres) Prabowo Subianto dan Rizal Ramli mengingatkan pemerintahan kabinet kerja untuk serius menangani persoalan ekonomi nasional.

Prabowo dan Rizal Ramli memandang bahwa ekonomi Indonesia tengah dalam situasi yang tidak baik, hal itu terlihat dari fenomena nilai tukar rupuiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus melemah.

(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed