Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 08 Okt 2018 14:22 WIB

9.718 Ha Lahan Pertanian di Palu hingga Donggala Rusak

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Instagram Ilustrasi/Foto: Instagram
Jakarta - Kementerian Pertanian mencatat hampir sebanyak 9.718 ha lahan pertanian di Palu hingga Donggala, Sulawesi Tengah rusak. Hal ini dikarenakan gempa dan tsunami yang terjadi pada akhir September lalu.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman memaparkan, angka luasan lahan tersebut terdiri dari tiga lokasi, yakni Palu, Sigi dan Donggala. Adapun, masing-masing seluas 1.653 ha untuk Donggala, 7.909 ha untuk Sigi, dan 156 ha untuk Palu.

Selain itu, ia juga mengungkapkan potensi kerugian dari lahan pertanian yang rusak diperkirakan bisa mencapai total Rp 36 miliar.

"Di Donggala lahan persawahan yang rusak mencapai 1.653 ha dengan potensi kerugian sebesar Rp 14.350.000.000. Sigi 7.909 lahan persawahan, potensi kerugian Rp 21.970.800.000. Sedangkan Palu potensi kerugian atas lahan rusak seluas 156 ha senilai Rp 179.775.000," jelas Amran dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Senin (8/10/2018).



Dihubungi detikFinance untuk penanganan dampak bencana, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Gatot Irianto mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendataan. Maka dari itu ia belum bisa merinci lebih lanjut langkah apa yang akan dilakukan.

"Kami belum rinci. Bisa saja sawahnya nggak kenapa, tapi akses jalannya yang tertutup. Itu yang harus dirinci. Jadi harus didetailkan agar jelas mengatasinya," pungkas dia.

Sekadar informasi, Kementan sendiri telah mendirikan 40 posko yang disebar di Palu, Sigi dan Donggala untuk mempercepat perbaikan baik di sektor pertanian maupun tidak.






Tonton juga 'ICW Minta KPK Awasi Dana Bantuan Gempa-Tsunami Sulteng':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed