Bos IMF Minta Musisi Sasando Mainkan Lagu Bruno Mars

Muhammad Idris - detikFinance
Rabu, 10 Okt 2018 14:10 WIB
Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Resmi dibuka oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Indonesia Paviliun di Nusa Dua, Bali, sudah dikunjungi ribuan delegasi dan peserta Annual Meeting IMF-WB 2018. Hari ini, giliran Direktur IMF Christine Lagarde yang antusias ingin melihat paviliun yang jadi 'jendela' Indonesia tersebut.

Ada yang menarik, Lagarde yang mengenakan batik tenun hitam krem dengan motif burung hantu, tertarik pada musisi Sasando asal Rote, NTT.

"Bring me the song Bruno Mars or something else you can (bawakan aku lagu Bruno Mars atau lainnya yang kamu bisa)," kata Lagarde dengan sedikit berbisik kepada seniman yang tampaknya tetap fokus pada senar Sasandonya di Indonesia Pavillion, Nusa Dua, Selasa (10/10/2018).


Dibantu penerjemah, staf yang mendampingi Lagarde meminta seniman Rote ini memainkan musik barat. Namun rupanya pemain Sasando ini nampaknya tak paham lagu apa apa yang dikatakan bos IMF ini.

"Or anything (song) you want (atau lagu yang kamu inginkan)," ucap Lagarde menanggapi permintaan lagu darinya.

Setelah dijelaskan penerjemah, pemain Sasando ini memilihkan memainkan lagu Let it Be. Musik yang dipopulerkan grup musik The Beatles dimainkan cukup apik lewat senar Sasando dari seniman asal Rote ini. Lagarde sendiri tampak cukup menikmatinya dengan tak beranjak dari tempatnya di samping pemain Sasando.


Lagarde menyambangi hampir semua booth yang ada di Indonesia Pavilion. Indonesia Pavilion memang difungsikan jadi jendela bagi ribuan delegasi IMF-Bank Dunia untuk melihat potensi Indonesia, baik dari sisi investasi, pariwisata dan keindahan alam, pencapaian infrastruktur, komoditas, hingga keragaman budaya dan seni Tanah Air.

Senyum selalu mengembang setiap kali Lagarde menyapa official booth yang menyambutnya sebelum kemudian antusias untuk mendengarkan penjelasan yang dipaparkan. Dia memperhatikan pemaparan soal perkembangan infrastruktur di Indonesia seperti pengembangan kawasan Mandalika, jalan tol lingkar luar Jakarta, dan jembatan Holtekamp.

Tak hanya itu, sejumlah stan perajin seperti kipas Bali, tenun Maumere, dan batik Lasem juga menarik perhatian Lagarde. Lagarde memang selama ini dikenal sebagai pecinta kain tenun.

Terhitung Lagarde menghabiskan waktunya selama sekitar 30 menit di Indonesia Pavilion. Selesai melihat pertunjukan tarian tradisional di tenda sayap kanan di penghujung pavilion, Lagarde langsung bergegas ke mobil yang sudah menunggunya di depan Hotel Westin, Nusa Dua.

Baca juga informasi Indonesia Pavilion IMF-WBG selengkapnya di sini.




Tonton juga 'Catat! Gelaran IMF-World Bank Bukan untuk Tambah Utang Negara':

[Gambas:Video 20detik]

(mul/mpr)