Gubernur Bank Sentral China atau People's Bank of China (PBoC) Yi Gang menjelaskan saat ini China sedang berupaya untuk menghentikan atau menurunkan tensi ketegangan dengan AS.
Yi mengungkapkan ketegangan yang terjadi dapat berdampak negatif pada perekonomian global, karena China dan AS merupakan negara terbesar di dunia. Sehingga akan menimbulkan kerugian jika perang dagang tersebut terus berlanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengaku sependapat dengan International Monetary Fund (IMF) yang menyebut jika perang dagang yang terus terjadi akan menurunkan pertumbuhan ekonomi dunia. IMF memang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,7% dari sebelumnya 3,9%.
"Saya melihat ada risiko pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah karena adanya ketegangan perang dagang ini," imbuh dia.
Sebelumnya, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan, ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian, utamanya dari sektor perdagangan.
Bahkan ketegangan perdagangan ini dapat mengurangi 1 persen produk domestik bruto (PDB) global hingga 2019.
"Kami memperkirakan bahwa eskalasi ketegangan perdagangan saat ini dapat mengurangi PDB global hampir 1% selama dua tahun ke depan," kata Lagarde. (kil/dna)










































