Rugi karena Harga Telur Ayam Hancur, Peternak Berencana Apkir Dini

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Senin, 15 Okt 2018 16:40 WIB
Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Peternak ayam berencana untuk apkir dini atau memotong ayam petelur sebelum waktunya. Hal itu dikarenakan harga telur ayam yang turun drastis hingga menyentuh angka Rp 15.000 per kilogram (kg).

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Atung mengatakan saat ini pihaknya telah mengalami kerugian hampir Rp 3 juta per hari. Hal itu karena biaya produksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual.

Untuk menekan biaya produksi, rencananya para peternak akan melakukan apkir dini pada ayam petelur.

"Sekarang kita berpikir untuk apkir dini, yang tua kita apkir daripada merugi terus. Jadi kalau kita apkir kan turun tuh biaya produksinya, jadi kerugian juga berkurang nggak Rp 3 juta," jelas dia kepada detikFinance, Senin (15/10/2018).


Ia mengungkapkan, penurunan harga telur dikarenakan daya beli masyarakat yang menurun mengingat sedikitnya hajatan yang dilakukan masyarakat di bulan Sura. Ditambah dengan melimpahnya stok telur di peternak.

"Harga telur memang lagi hancur, turun terus kayaknya daya beli memang sedang turun kan ini nggak ada hajatan karena bulan Sura. Terus kemarin ayam kena sakit sekarang sudah pulih jadi nambah ini (stok)," paparnya.


Sementara itu, dipantau detikFinance di Pasar Senen, Jakarta Pusat harga telur ayam dijual di angka Rp 20.000 per kg. Harga ini menurun dari sebelumnya di angka Rp 24.000 hingga Rp 23.000 per kg.




Tonton juga 'Hasil Uji Lab: Telur di Pasar Johar Baru Kualitas Tinggi':

[Gambas:Video 20detik]

(dna/dna)