Follow detikFinance
Selasa, 16 Okt 2018 18:27 WIB

ADB Berencana Kasih Dana Pinjaman untuk Bencana, Ini Kata JK

Rina Atriana - detikFinance
Foto: Wakil Presiden Jusuf Kalla (Noval D. Antony-detikcom) Foto: Wakil Presiden Jusuf Kalla (Noval D. Antony-detikcom)
Jakarta - Asian Development Bank (ADB) berencana memberikan pinjaman untuk Indonesia dalam rangka rehabilitasi pasca bencana. Wakil Presiden Jusuf Kalla ( Wapres JK) menyatakan tawaran pinjaman tersebut masih dipertimbangkan.

"Ya namanya tawaran nanti kita pertimbangkan karena kebutuhan kita tidak sebesar itu juga, tapi ini memang beda antara Aceh dan Lombok," kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018).


"Kalau Aceh semuanya grant (hibah), ini pinjaman. Jadi kita harus hati-hati juga. Tapi ya dalam keadaan begini ya kita berterima kasih dengan adanya tawaran itu. Nanti tawaran itu kita pertimbangkan berapa sebenarnya kebutuhan kita dan apakah itu," jelasnya.

Tak disebutkan berapa pinjaman yang ditawarkan ADB kepada Indonesia. Hanya saja JK menyatakan, pinjaman itu nantinya bersifat pinjaman jangka panjang.


"Jelas ini jangka panjang, jadi 30 tahun lebih. Jadi lebih menarik sebenarnya dibanding dengan apabila kita memakai dana APBN yang ada. Tapi kita tidak boleh berlebihan," tutur JK.

Menurut JK, selama ini yang butuh dana besar adalah untuk rekonstruksi. Bantuan dari ADB, Bank Dunia, dan pihak-pihak lain belum mencukupi untuk itu.


"Ada (dana) juga cuma sedikit. Contohnya World Bank kasih US$5 Juta, grant. ADB kasih US$3 juta. Tapi tidak mencukupi untuk rekonstruksi. Yang mahal kan rekonstruksi," tutur JK. (rna/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed