Di hadapan 5.523 mahasiswa PKN STAN yang diwisuda, Sri Mulyani mengingatkan bahwa seluruh wisudawan dan wisudawati merupakan tulang punggung negara.
"Saya ingin agar PKN STAN juga bisa melahirkan para pengelola keuangan negara yang mampu menjawab tantangan Indonesia sebagai negara geografi besar, pemerataan yang perlu terus ditingkatkan, dan kemampuan untuk tahan terhadap berbagai guncangan baik berasal dari bencana alam maupun shock dari ekonomi global," kata Sri Mulyani di ICE BSD, Banten, Kamis (18/10/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Sri Mulyani Mewisuda 5.523 Lulusan STAN |
Tulang punggung negara yang dimaksud, kata Sri Mulyani, seluruh jurusan di PKN STAN memiliki peran penting dalam keberlangsungan Indonesia.
Seperti Pajak, Bea Cukai menjadi pengumpul penerimaan negara, dan lulusan lainnya merupakan pengelola, pengawal, serta penjaga keuangan negara.
"Kita bicara berbagai aspek dari keuangan negara. Para mahasiswa yang diwisuda hari ini ada yang masuk kelompok dari penerimaan negara pajak dan bea cukai. Anda semua bersama adalah tulang punggung utama dan berjalannya Republik Indonesia (RI)," jelas dia.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menuturkan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan oleh negara harus dipastikan memberikan dampak baik buat masyarakat.
"Dalam dimensi keuangan negara, kita memiliki pembiayaan, kita harus mampu kelola investasi, utang negara, mengelola perbendaharaan negara, agar mampu menjaga ekonomi kita terbebas dari beban masa depan dan risiko yang tidak bisa kita kelola secara sustainable," ujar dia.
Tonton juga 'Sri Mulyani Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perekonomian':
(hek/ara)










































