Follow detikFinance
Minggu, 21 Okt 2018 19:49 WIB

Bagaimana Pemanfaatan Lahan Rawa untuk Pertanian di Musim Hujan? 

Rizki Ati Hulwa - detikFinance
Foto: kementan Foto: kementan
Banjarmasin - Upaya Kementerian Pertanian dalam memanfaatkan lahan rawa menjadi lahan pertanian produktif dipertanyakan bila memasuki musim penghujan. Lalu, bagaimana tanggapan Kementan mengenai hal ini?

Diketahui bahwa lahan rawa merupakan lahan darat yang tergenang alami secara periodik atau secara terus-menerus dalam waktu lama karena drainase yang terhambat.

"Makanya kita buat tanggul yang dipasang di samping lahan rawa tersebut. Tanggul tersebut minimal tingginya minimal 70 cm di atas pasang tertinggi," ucap Dirjen Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan Pending Dadih Permana, Minggu (21/10/2018).


Menurutnya, sebelum memutuskan untuk memanfaatkan lahan rawa sebagai lahan pertanian produktif, Kementan sudah memikirkan segala hal yang berkaitan. Mulai dari usahanya sampai antisipasinya.

"Makanya, sebelum melakukan optimalisasi lahan rawa ini, kita (Kementan) harus mendata dulu. Kalau belum ada data, kita tidak bisa menentukannya," jelas Pending.

Hal ini juga memberikan pertanyaan bagi masyarakat. Kenapa lahan seperti ini (rawa) diberikan tanggul tinggi sekali.

"Mereka kan melihatnya pada saat ini saja (kemarau). Sedangkan kita juga melihat saat musim hujan," tambahnya.

Bahkan, lanjut Pending, saat supermoon beberapa waktu lalu, Kementan mendata bahwa saat itu merupakan pasang tertinggi di Indonesia dalam periode waktu purnama. Hal itu juga yang menjadi acuan Kementan untuk menentukan tinggi tanggul pada lahan rawa.

Dalam Penutupan HPS ke-38, pending mengatakan upaya Kementan dalam mengoptimalkan lahan rawa tak berhenti sampai di sini. Menurutnya ini merupakan awal dari itu semua dan Kementan akan mengawal segala hal nya sampai tiga tahun ke depan.


Adapun yang dilakukan Kementan dalam tiga tahun pendampingan itu adalah memastikan kegiatan budidaya berjalan dengan baik. Lalu, untuk menyinergikannya, disiapkan SDM yang mumpuni.

Kemudian memastikan bahwa yang dilakukan ini tak sekedar budidaya melainkan juga penguatan kelembagaan kelompoknya agar menjadi satu unit usaha dalam kluster yang berkelanjutan.

"Selain ditanami padi, lahan rawa itu juga sudah diuji coba ditanami cabai dan terong. Hasilnya bagus," pungkas Punding. (ega/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed