Follow detikFinance
Senin, 22 Okt 2018 20:47 WIB

RI bakal Surplus 2,8 Juta Ton Beras, Kok Impor? Ini Kata Darmin

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Wahyu Daniel Menko Perekonomian Darmin Nasution/Foto: Wahyu Daniel
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution hadir dalam rapat soal data produksi beras di kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Senin (22/10/2018). Menurut Darmin, dalam rapat itu terungkap surplus beras diperkirakan 2,8 juta ton sampai akhir tahun.

Pertanyaannya, kalau produksi beras surplus, kenapa Indonesia harus impor beras? Darmin menjelaskan meskipun surplus, beras-beras tersebut tersendat masuk ke pasar.


Pemicunya, menurut Darmin, sebagian besar petani menyimpan kelebihan produksi beras itu.

"Sekarang surplus 2,8 juta ton dan Anda tahu petani kita berapa banyak? 4,5 juta keluarga mereka pasti menyimpan ya 5 kg, 10 kg, itu ada di sana, sehingga memang suplai di pasar tahun ini tersendat," kata Darmin di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/10/2018).

Selain itu, kata Darmin, situasi tersebut juga memicu penyerapan beras Bulog di awal tahun rendah.


"Itu sebabnya di awal tahun kita sudah mulai melihat, bahwa stok Bulog kok rendah sekali. Bahkan pada waktu Maret kita mengimpor, itu stok Bulog tinggal 500 ribu ton," pungkas dia.

Sebagai informasi, data surplus beras tersebut didapatkan berdasarkan angka produksi sebesar 32,4 juta ton dan angka kebutuhan beras sebanyak 29,6 juta ton. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed