Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 25 Okt 2018 10:09 WIB

Sri Mulyani Bagi-bagi Ratusan Laptop-Printer Bekas Acara IMF-WB

Aditya Mardiastuti - detikFinance
Foto: Aditya Mardiastuti Foto: Aditya Mardiastuti
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyerahkan bantuan hibah laptop dan printer dari penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF-World Bank yang baru saja selesai berlangsung. Bantuan itu diberikan untuk Provinsi Bali, NTB dan Pemkab Banyuwangi.

Penyerahan bantuan hibah itu digelar di Gedung Keuangan Provinsi Bali, Jl Kusuma Atmaja, Renon, Denpasar, Kamis (25/10/2018). Ada 500 laptop dan 300 printer yang diserahkan sebagai hibah dari panitia penyelenggara IMF-World Bank.

Bali mendapat hibah sebagai tuan rumah penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting, kemudian NTB dan Banyuwangi sebagai daerah pendukung serta masuk dalam evacuation plan.

"Presiden Jokowi menyampaikan amanat Indonesia sebagai host country harus dapat manfaat yang sifatnya langsung. Underpass, memperluas apron Bandara Bali yang bisa digunakan untuk jangka panjang bagi Bali dan lalu lintas masyarakat," kata Sri Mulyani.

Dia juga menegaskan pemberian hibah tersebut sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Dia menyebut anggaran pengadaan laptop dan printer tersebut berasal dari APBN 2018.

"Laptop dan printer tersebut bukan barang bekas baru dipakai seminggu. Pengadaan e-katalog melalui e-procurement. Laptop ini baru digunakan selama seminggu, saat pelaksanaan IMF-World Bank Annual Meeting kemarin. Sumber dana APBN 2018 dam subker dari Kemenkeu dalam hal ini sekjen, nilainya Rp 8 miliar dan printer Rp 672 juta," paparnya.


Sri Mulyani menambahkan laptop dan printer yang diberikan melalui hibah tersebut memiliki spesifikasi teranyar. Diharapkan bantuan tersebut bisa memantik kreatifitas anak muda.

"Kualifikasi dari laptop dan printer ini paling tinggi atau topnya. Diharapkan pemerintah daerah bisa memberikan ke lembaga pendidikan yang muncul inovasi. Akan menghasilkan para programmer atau mereka yang bikin komik dari Bali atau Indonesia yang bisa mengalahkan Jepang karena mereka memang memiliki standar khusus," terangnya.

"Keputusan hibah ini telah kami pertimbangkan masak-masak untuk meyakinkan bahwa penghibahan ini sesuai peraturan yang berlaku dan ditangani transparan oleh pemerintah. Saya juga berharap hibah ini akan berguna bagi institusi pendidikan yang bisa melahirkan siapa tahu dari 500 laptop ini akan keluar Jack Ma-nya Indonesia," pungkas Sri Mulyani.





Tonton juga 'Fahri Komentari Pinjaman Rp 15 T dari Bank Dunia':

[Gambas:Video 20detik]

(ams/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com