Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 29 Okt 2018 17:50 WIB

OJK Ingin Punya Gedung Sendiri

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2019 ingin memiliki gedung sendiri. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan saat ini kantor pusat OJK masih numpang di gedung yang dipinjamkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan.

Wimboh menjelaskan, OJK menargetkan gedung baru bisa dimiliki dalam waktu dekat. "Kami sampaikan pertama kantor pusat OJK tersebar di tiga lokasi di gedung A BI, gedung ex Bapepam LK dan saat ini menyewa di gedung wisma Mulia II," kata Wimboh di Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (29/10/2018).

Dia menjelaskan saat ini OJK juga sudah mendapatkan tawaran untuk penempatan gedung di lot 1 milik Kemenkeu dan tawaran dari PT Pos Indonesia untuk penempatan kantor di kawasan Lapangan Banteng.

"Kami juga ditawari PT Pos di Lapangan Banteng, lalu kami juga sedang menjajaki dengan Kementerian BUMN untuk menempati gedung bekas PT Danareksa," jelas dia.


Menurut Wimboh, saat ini penempatan gedung di BI dan Kemenkeu karena pertimbangan agar lembaga bisa lebih efisien. Hal ini karena jika OJK pindah ke wisma Mulia 2 maka akan terjadi pemborosan karena harus membeli furnitur atau alat-alat yang belanjanya bisa mencapai Rp 1 triliun.

Sejak beberap atahun lalu OJK memang berencana untuk memiliki gedung baru. Hal ini karena gedung yang digunakan saat ini tidak cukup untuk menampung aktivitas pegawai OJK.

Tahun 2019 OJK menganggarkan sebesar Rp 5,67 triliun total anggaran ini naik 14,11% dibandingkan anggaran 2018. Sebesar 51,43% anggaran akan digunakan untuk strategic expenditure dan tugas fungsi OJK terkait pengawasan aturan perizinan. Kemudian 36,73% untuk capital expenditure.

(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed