Follow detikFinance
Kamis, 01 Nov 2018 10:26 WIB

Naik 131%, Laba Hutama Karya Tembus Rp 1,4 Triliun

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - PT Hutama Karya (Persero) mencatat pencapaian kinerja yang signifikan pada triwulan III-2018. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Hutama Karya mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,46 triliun atau tumbuh 131% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).

Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan, capaian laba pada triwulan III-2018 ini bahkan telah melampaui target perseroan tahun ini. Dia bilang, berbagai inovasi, perbaikan metode kerja, perubahan struktur organisasi, dan efisiensi dalam melakukan procurement mendukung capaian ini.

"Laba bersih kami pada triwulan III tahun ini dibukukan sebesar Rp 1,461 triliun atau tumbuh 131,39 % secara year on year dengan tahun 2017 sebesar Rp 631 miliar," kata Bintang dalam keterangan resminya, Kamis (1/11/2018).

Adapun laba tersebut diperoleh melalui penjualan sebesar Rp 17,752 triliun yang tumbuh sebesar 54,82% secara year on year dengan tahun 2017 sebesar Rp 11,466 triliun.

Jasa Konstruksi, EPC, dan bangunan Gedung menyumbang sebesar 43,90%, Anak Usaha sebesar 27,02%, dan sisanya dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sebesar 29,08%.

"Kami sampaikan pula, bahwa Hutama Karya dapat menjaga arus kas operasi tetap positif di posisi Rp 539 miliar," tambahnya.

Selanjutnya Bintang menjelaskan bahwa sampai dengan triwulan III 2018, Hutama Karya telah membukukan EBITDA sebesar Rp 2,221 trilun atau tumbuh 117,57% secara year-on-year dengan tahun 2017 sebesar Rp 1,021 triliun.


Direktur Keuangan Hutama Karya Anis Anjayani menambahkan, saat ini perseroan memiliki rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) yang relatif rendah. Artinya Perseroan masih memiliki kemampuan untuk mencari pendanaan dari pihak lain.

"Hal ini sangat baik untuk menunjang Hutama Karya dalam menjalankan penugasan Pemerintah di Jalan Tol Trans-Sumatera, apalagi tahun depan kita akan memulai pengerjaan ruas-ruas baru," katanya.

Hutama Karya sendiri akan memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 10,5 triliun untuk menyelesaikan target tol Trans Sumatera. Selain itu, Perseroan juga mendapat dukungan pendanaan dari Sindikasi Bank BUMN (Himbara), perbankan asing seperti MUFG, CIMB Niaga, ICBC, serta dari institusi keuangan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)/SMI, dan perbankan swasta yaitu Bank Mega dan Bank Permata dengan jumlah total Rp 32 triliun.

Sehingga dana yang tersedia untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera selanjutnya sebesar Rp 42,5 triliun.

Sementara perolehan kontrak Hutama Karya hingga triwulan III-2018 tercatat sebesar Rp 37,541 triliun atau 90,13% dari target tahun 2018.

Portofolio kontrak yang diperoleh hingga triwulan III-2018 terdiri dari Jalan dan Jembatan sebesar 56%, EPC sebesar 32%, Bangunan Gedung dan lainnya 6% serta Bandara dan sarana perhubungan lainnya sebesar 6%.

"Selain itu, kami juga tengah melaksanakan beberapa proyek besar, antara lain PLTU Tambak Lorok 779 MW, PLTU Muara Tawar 650 MW, PLTU Suryalaya 2 x 1000 MW, Pabrik Gula Jatiroto 10.000 tcd, Pipa Gas Kaltimra 55 km, serta Bendungan Tiga Dihaji Paket 1," ungkap Anis.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed