Kementan Klaim Volume Ekspor Naik 4,8% per Tahun

Kementan Klaim Volume Ekspor Naik 4,8% per Tahun

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Kamis, 01 Nov 2018 21:45 WIB
Kementan Klaim Volume Ekspor Naik 4,8% per Tahun
Foto: Dok Kementan
Jakarta - Kementerian Pertanian mengklaim capaian ekspor dalam empat tahun terakhir mengalami peningkatan 4,8% per tahunnya berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Catatan ini diambil dari 2014 hingga 2017.

"Pada tahun 2017, volume ekspor mencapai 41 juta ton, meningkat dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 36 juta ton. Ini tentunya sesuatu yang perlu kita semua syukuri," ungkap Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementerian Pertanian I Ketut Kariyasa dalam keterangan tertulis Kamis (1/11/2018).

Ia meyakini tren tersebut akan kembali berlanjut di tahun ini. Kariyasa memaparkan hingga bulan September kemarin volume ekspor produksi pertanian 2018 sudah bertengger pada angka 31 juta ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami prediksi volume ekspor pertanian 2018 akan lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tuturnya.


Sementara itu berdasarkan nilai ekspor, produk pertanian juga disebut meningkat dengan kenaikan 2,2% per tahun. Pada 2014, nilai ekspor produksi pertanian mencapai Rp 446,9 triliun. Nilai tersebut meningkat pada tahun 2017 menjadi Rp 475,9 triliun.

"Bahkan bila dibandingkan 2016, nilai ekspor produksi pertanian Indonesia pada tahun 2017 meningkat sebesar 24%," terangnya.

Ia memperkirakan peningkatan nilai ekspor produk pertanian tahun ini akan masih berlanjut. Menurutnya, hingga September 2018 nilainya sudah mencapai Rp 330 triliun.

"Sampai bulan September, nilai ekspor sudah mencapai US$ 22 milyar atau setara dengan Rp 330 triliun," jelasnya.

Kariyasa juga mengatakan, perdagangan produk pertanian Indonesia juga tercatat terus mengalami surplus setiap tahunnya. Ia mencontohkan pada tahun 2017 Indonesia mengalami surplus perdagangan produksi pertanian sebesar Rp 228,6 triliun atau meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2016 yang mencapai Rp 118,5 triliun.

"Dengan demikian pada tahun 2017 surplus perdagangan produk pertanian Indonesia meningkat sebesar 92,9% dibanding tahun 2016," tuturnya.

Meningkatnya volume, nilai, serta surplus perdagangan produksi pertanian menjadi penyelamat petani Indonesia serta bagi nilai tukar rupiah terhadap dolar.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kita harus bisa memanfaatkan momentum ditengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Akselerasi ekspor akan sangat menguntungkan bagi petani dan pertumbuhan ekonomi nasional," tegas Kariyasa.


Sementara itu guna mendorong peningkatan produksi, baru-baru ini Kementerian Pertanian juga mengeluarkan kebijakan untuk memberikan kemudahan perizinan ekspor. Pengurusan izin yang tadinya memerlukan waktu pengurusan sampai 312 jam, sekarang hanya tinggal menjadi 3 jam.

"Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi para eksportir untuk memacu eskpor produk pertanian ke depan," pungkasnya. (ega/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads