Saifullah: 20 Kabupaten Tertinggal Berada di Perbatasan
Rabu, 24 Agu 2005 17:39 WIB
Jakarta - Indonesia saat ini memiliki 199 kabupaten yang berstatus daerah tertinggal. Sebanyak 20 kabupaten di antaranya berada di kawasan perbatasan antara Indonesia dengan negara tetangga.Demikian diungkapkan Menteri Negara Percepatan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf dalam keterangan persnya di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (24/8/2005).Dari jumlah 199 tersebut, lanjutnya, sebanyak 123 kabupaten berada di kawasan timur Indonesia. Sementara di Sumatra sebanyak 58 kabupaten. "Untuk Jawa-Bali terdapat 18 kabupaten," katanya.Kementerian Percepatan Daerah Tertinggal, kata Saifullah, bekerja sama dengan Departemen ESDM, berencana akan melaksanakan program-program untuk memperkecil daerah tertinggal tersebut. Salah satunya adalah memberlakukan alokasi anggaran dan regulasi yang memihak kepada daerah tertinggal.Diharapkan dengan program tersebut, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) selama lima tahun akan dapat mengurangi jumlah daerah tertinggal. "Kita harapkan 15-20 persen daerah tertinggal dapat dikurangi," ujarnya.Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengakui bahwa kebanyakan daerah tertinggal berada di kawasan timur Indonesia yang memiliki sumber daya alam dan pertambangan yang sangat besar dan memberikan kontribusi pendapatan negara yang sangat besar.Oleh karenanya, kata Purnomo, Departemen ESDM akan berupaya melibatkan perusahaan pertambangan yang ada di kawasan timur untuk terlibat dalam mengembangkan daerah tertinggal tersebut."Sebenarnya di perusahaan pertambangan sudah ada program community development dan rencananya kita akan menganggarkan Rp 193 miliar untuk pengembangan daerah tertinggal," jelasnya.
(san/)











































