Prabowo Patok Dolar AS Rp 16.800-17.500 dan Ekonomi 6,5% di 2027

Prabowo Patok Dolar AS Rp 16.800-17.500 dan Ekonomi 6,5% di 2027

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 20 Mei 2026 10:48 WIB
DPR menggelar rapat paripurna ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2025-2026 di gedung Nusantara kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Presiden Prabowo Subianto pidato dalam rapat tersebut.
Presiden Prabowo Subianto pidato dalam rapat tersebut / Foto: Agung Pambudhy/detikFoto
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,8-6,5% di 2027. Target itu diyakini dapat tercapai seiring strategi ekonomi yang tepat, serta kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan.

"Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8-6,5% di 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029. Pertumbuhan tersebut harus tercermin pada meningkatnya kesejahteraan rakyat secara nyata," kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dipatok berada pada kisaran Rp 16.800-Rp 17.500 di 2027.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS berada pada rentang Rp 16.800 sampai Rp 17.500. Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia," ucap Prabowo.

Hal itu tertuang dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) sebagai awal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027.

ADVERTISEMENT

Rincian kerangka KEM-PPKF 2027 yang disampaikan Prabowo di DPR:

- Pertumbuhan ekonomi 5,8-6,5%
- Inflasi 1,5-3,5%
- Nilai tukar rupiah Rp 16.800-17.500/US$
- Tingkat bunga SUN 10 tahun 6,5-7,3%
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$ 70-95 per barel
- Lifting minyak bumi 602.000-615.000 barel per hari
- Lifting gas bumi 934.000 hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

Simak juga Video 'Prabowo Ajak Anak Muda Jadi Pengusaha: Jangan Semua Minta Jadi ASN':

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads