Follow detikFinance
Senin, 05 Nov 2018 17:16 WIB

Prabowo Ingin Setop Impor, Ekonom: Paling Rasional Kurangi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto berjanji tidak akan melakukan impor jika terpilih menjadi presiden tahun depan. Menanggapi itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, yang memungkinkan dilakukan ialah mengurangi impor.

"Untuk saat ini nggak bisa dibikin model tertutup. Konsep yang paling rasional menjaga impor dalam level kecil," kata dia kepada detikFinance, Senin (5/11/2018).

Dia menerangkan, negara seperti Rusia mengupayakan pengelolaan ekonomi secara mandiri. Namun, pengelolaan ekonomi itu tidak benar-benar tertutup.


"Dia me-maintain ekonomi dalam negeri internal mulai produksinya, segala macam, hampir belum terlalu terbuka, kecuali hal-hal tertentu peralatan perdagangan militer, minyak," ujarnya.

Dia mengatakan, momen Piala Dunia sendiri menunjukkan jika Rusia tidak menutup peluang kerja sama dengan negara-negara lain.

"Dengan momentum Piala Dunia dia ingin menunjukkan ke dunia negara yang relatif terbuka dan menerima negara lain untuk kerja sama," ujarnya.


Menurut Eko, Indonesia lebih bekerja sama dengan negara-negara lain. Tapi, kerjasama itu harus saling menguntungkan.

"Artinya menurut saya yang lebih baik tetap menjadi terbuka, kita mau kerjasama dengan negara lain. Tapi memang yang saling menguntungkan. Percuma nggak pernah impor, tapi negara lain nggak pernah mau menerima ekspor kita," tutupnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed