Follow detikFinance
Kamis, 08 Nov 2018 15:49 WIB

Mentan Sebut Ada Beras Medium Dijual Jadi Premium, Begini Bedainnya

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikcom Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikcom
Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut, ada anomali di penggilingan yang membuat beras medium dijadikan sebagai beras premium. Akibatnya stok beras medium di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) menjadi menipis dan harganya jadi mahal.

Beras yang biasa ditemui di pasaran memang memiliki jenis berbeda-beda. Namun biasanya masyarakat lebih mengenal dengan istilah beras medium dan beras premium.


Lantas, bagaimana cara membedakan beras premium dan medium?

Seorang pedagang beras di Gondangdia Muhammad Sobirin menjelaskan, beras medium dengan beras premium memiliki perbedaan yang cukup menonjol jika diperhatikan baik-baik.

Yaitu yang pertama, segi warna. Beras medium memiliki warna yang lebih buram dibandingkan dengan beras premium.

"Beras medium itu warnannya lebih buram dan kalau dimasak nggak terlalu pulen," kata Sobirin kepada detikFinance, di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (8/11/2018).

Beras MediumBeras Medium Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance

Kemudian dari sisi butiran yang patah (broken). Beras medium memiliki tingkat kepatahan lebih tinggi yakni di atas 10%. Sedangkan beras premium yang tingkat kepatahannya hanya 0-10%.

"Tentu yang medium itu lebih banyak patahannya," jelas dia.

Beras Medium berwarna Lebih GelapBeras Medium berwarna Lebih Gelap Foto: Saifan Zaking

Selanjutnya, kerap kali ditemukan pada beras medium bulir beras yang bercampur dengan batu atau gabah.

"Kalau premium lebih putih bersih. Nggak ada batu gabah," ujar dia.

Beras PremiumBeras Premium Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance

Keempat, dari kualitas nasi yang dihasilkan, beras premium memiliki tampilan nasi yang lebih pulen dan rasa yang lebih nikmat dari beras medium.

"Tentu yang premium lebih pulen," kata dia.


Sebagai informasi, di Pasar Gondangdia beras jenia medium dijual dengan harga Rp 11.000/kg dan Rp 9000/liter.

Beras Premium berwarna Lebih CerahBeras Premium berwarna Lebih Cerah Foto: Saifan Zaking

Sementara untuk jenis beras premium yaitu beras ramos kelas satu itu di jual dengan harga Rp 14.000/kg. Kemudian kelas dua Rp 13.000/kg. Kemudian kelas tiga dijual Rp 12.000/kg.

Kemudian ada pula pandan wangi yang dijual jual Rp 15.000/kg dan beras IR42 yang dijual jual Rp 14.000/kg. Semua beras premium yang dijual di Pasar Gondangdia memiliki harga beras yang jauh diatas harga eceren tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Yaitu Rp 9.450 untuk beras jenja medium dan Rp 12.800 untuk beras jenis premium. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed