Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Nov 2018 20:15 WIB

Pesan Mentan saat Lantik Pejabat Eselon II: Optimalkan Lahan Rawa

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Mentan Amran Sulaiman melantik 9 Pejabat Tinggi Pratama atau Eselon II dan 6 Direktur Polbangtan Lingkup Kementan/Foto: Dok Kementan Mentan Amran Sulaiman melantik 9 Pejabat Tinggi Pratama atau Eselon II dan 6 Direktur Polbangtan Lingkup Kementan/Foto: Dok Kementan
Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman melantik 9 Pejabat Tinggi Pratama atau Eselon II dan 6 Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Lingkup Kementerian Pertanian (Kementan). Pelantikan berlangsung di Auditorium Kementan, Jakarta, hari ini.

Salah satu pejabat Eselon II yang dilantik tersebut Direktur Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), Andi Nur Alamsyah yang dilahirkan di Pinrang, Sulawesi Selatan, pada tanggal 1 Februari 1975.


Amran meminta kepada Andi agar mengoptimalkan alsintan terutama untuk lahan rawa yang saat ini sedang serius digarap Kementan.

"Kepada Direktur Alsintan saya minta agar mengoptimalkan dan meningkatkan penempatan alsintan terutama untuk lahan rawa. Optimalkan lahan rawa," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Senin (12/11/2018).

Direktur Alsintan yang dilantik, Andi Nur Alam Syah, menegaskan optimalisasi pemanfaatan alsintan menjadi pekerjaan utama yang harus diselesaikan. Ia menilai pentingnya optimalisasi alsintan, mengingat bantuan selama pemerintahan Jokowi-JK hingga saat ini mencapai 423.197 unit, naik 1.526% dari 2013.

"Pendistribusian dan pemanfaatan alsintan, bantuan alsintan ini harus tepat. Pemerintah daerah dan petani yang mendapatkan bantuan harus benar-benar dipastikan memanfaatkan alsintan untuk kegiatan pertanian yang mendorong peningkatan produksi dan pendapatan petani," tegasnya.

Andi mengatakan pihaknya akan aktif terjun langsung ke lapangan guna melakukan pendataan dan memastikan alsintan beroperasi.

"Tidak hanya cek dengan turun langsung ke lapangan, kami juga akan melakukan monitoring dengan menggunakan sistem. Jadi ketahuan, kalau alsintan seperti traktor itu penerimanya petani apa bukan dan beroperasi apa menganggur. Reformasi aturan dan sistem yang kami lakukan. Kalau terbukti alsintan tidak dipakai, kami akan tarik, dialihkan ke daerah yang membutuhkan," tuturnya.


"Pemanfaatan alsintan untuk lahan rawa tentu menjadi fokus kami. Sistem sudah kami siapkan. Semua alat pertanian akan modern sehingga kegiatan pertanian dari hulu hingga hilir dilakukan dengan cepat dan hemat biaya," sambungnya.

Perlu diketahui, sebelumnya Andi Nur Alam menjabat sebagai Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan) sejak 10 Oktober 2016. Jabatan sebelumnya adalah Kepala Bidang Program dan Evaluasi di Pusat Penelitian dan Pengembangan perkebunan (Februari 2016), Selain jabatan struktural, dia juga menjabat sebagai Fungsional Peneliti Madya. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed