Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 14 Nov 2018 12:55 WIB

Innocreativation Surabaya

Alasan Dian Sastro Banting Setir jadi Pengusaha

Hilda Meilisa Rinanda - detikFinance
Foto: Tim Detikcom Foto: Tim Detikcom
Surabaya - Ada cerita lucu yang mendasari beralihnya Dian Sastrowardoyo menjadi pengusaha. Ternyata, Dian dulu sempat pesimis menjadi artis film.

Ini karena industri film saat itu lebih banyak mengedepankan film horor yang cenderung menjual adegan seks atau jorok.

"Saya pernah cerita pas tahun 2006 sampai tahun 2013 itu saya stop main film karena waktu itu industri film lagi lesu dan saya siap banget waktu itu untuk pensiun dari dunia hiburan," kata Dian membuka ceritanya di segmen CEO vs CEO di Grand City Surabaya, Rabu (14/11/2018).

"Karena saya itu kehilangan kepercayaan diri dengan dunia perfilman waktu itu. Karena yang diproduksi film horor yang jorok-jorok. Kayaknya saya enggak mungkin main deh, saya juga nggak tertarik untuk main film yang jorok-jorok," lanjut pemain film Ada Apa dengan Cinta ini.


Akhirnya usai memutuskan kabur dari dunia perfilman, Dian Sastro pun melamar pekerjaan di beberapa perusahaan. Saat itu, Dian hanya bermodalkan ijazah sarjana di bidang filsafat.

Saat itu, Dian Sastro mengaku benar-benar memulai segala sesuatunya dari nol. Dari yang dirinya menjadi artis dieluh-eluhkan penggemar, hingga menjadi pekerja kantoran biasa.

"Bermodalkan ijazah filsafat saya melamar pekerjaan di beberapa tempat di bank, saya siap menjadi wanita karir di kantor konsultan selama 3,5 tahun dan saya benar-benar membongkar mindset saya yang biasanya mempunyai LO, punya asisten, jadi saya benar-benar menjadi jongos. Jadi benar-benar menjadi pekerja kelas junior," kata Dian Sastro.

Bahkan, Dian mengaku sempat dikerjai senior hingga harus begadang, tidur dan mandi di kantor.


Tonton video: Apa Sih Alasan Dian Sastrowardoyo Tertarik Berbisnis?

[Gambas:Video 20detik]



"Saya jadi pekerja junior yang kerjanya dikerjain sama senior, yang nggak tidur sama sekali, nginep di kantor, mandi di kantor, makan di kantin sopir," lanjut Dian antusias.

Namun, pengalamannya menjadi pekerja kantoran yang sering begadang akhirnya membuatnya kebal di awal membuka usaha.

"Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa saya bisa kok, kalau kita mau mengubah mindset. Saya mulai kerja itu saya punya pengetahuan baru tentang diri saya dan pada saat itu saya mau buka usaha, saya siap repot, siap kerja keras ikut begadang dan itu bukan sesuatu yang baru karena saya pernah lakuin," pungkasnya diiringi tepuk tangan dari ribuan peserta yang hadir.




(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed