Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Nov 2018 19:21 WIB

Fokus Sri Mulyani Masih Tekan Defisit Transaksi Berjalan

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) masih menjadi fokus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tahun ini. Neraca dagang yang masih defisit menjadi perhatian utama untuk mengatasi masalah ini.

"Neraca pembayaran menjadi fokus. Kita alami defisit CAD yang US$ 17 juta dolar," katanya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Dia bilang, transaksi modal dan finansial yang kerap digunakan untuk membiayai CAD masih cukup. Kenaikan suku bunga dan policy Amerika Serikat (AS) yang menyebabkan capital outflow akan senantiasa diantisipasi.

"Sampai dengan hari ini, transaksi berjalan minus US$ 22,1 juta. Kita akan terus memantau dan meningkatkan policy terhadap lingkungan," katanya.



Diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan per kuartal III 2018 melebar menjadi US$ 8,8 miliar atau setara dengan 3,37% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara itu, pada kuartal sebelumnya hanya US$ 8 miliar atau 3,02% terhadap PDB.

Realisasi tersebut membuat neraca pembayaran Indonesia per kuartal III 2018 membengkak menjadi US$ 4,4 miliar. Padahal, pada kuartal II 2018 masih di posisi US$ 4,3 miliar.

(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com