Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Nov 2018 19:45 WIB

Neraca Dagang Defisit, Sri Mulyani Minta Program B20 Dibenahi

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia di bulan Oktober defisit US$ 1,82 miliar. Sementara secara tahun berjalan, neraca dagang tercatat defisit US$ 5,51 miliar (ytd).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku berharap akan pengaruh dari kebijakan penerapan biodiesel 20% (B20) yang sudah diberlakukan. Hal tersebut mengingat kebijakan lain pemerintah untuk menekan impor lewat aturan PPh impor pasal 22 sudah terlihat dari angka impor barang konsumsi pada Oktober ini.

"Langkah mengurangi impor mulai dari B20, lalu barang yang bisa diproduksi dalam negeri, begitu juga pengendalian barang konsumsi. Untuk B20 perlu kita perbaiki lagi," katanya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (15/11/2018).


Hal tersebut diamini Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara. Menurutnya, penggunaan B20 menjadi harapan lantaran impor migas tercatat masih tinggi.

"Kita harapkan B20 itu bisa dipatuhi dan bisa menekan impor solar kita," katanya.

"Dengan impor yang masih naik, penerimaan bea keluar cukup tinggi, tentu kita berharap sepanjang tahun ada moderasi dari impor dari berbagai policy yang dikeluarkan," tambah Suahasil.

(eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed