Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 19 Nov 2018 15:23 WIB

Darmin: Tidak Benar UMKM Dibuka untuk Asing

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution buka suara soal revisi daftar negatif investasi (DNI). Darmin menyebutkan bahwa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tidak dibuka untuk asing.

"Saya hanya ingin menekankan bahwa tidak benar kalau dikatakan ada bidang usaha kecil dan mikro dibuka untuk asing," ujar Darmin dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2018).

Misalnya, warung internet alias warnet dan pengupasan kulit umbi yang dikeluarkan dari DNI bukan untuk memberikan keleluasaan kepada asing. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah perizinan.

"Dia dikeluarkan karena pemerintah mau sederhanakan sehingga dia nggak perlu minta izin BKPM," tutur Darmin.


Darmin menambahkan, dengan dikeluarkannya bidang usaha dari DNI maka tidak serta merta dilakukan untuk membuka peluang modal asing.

"Karena keluar dari DNI memang bisa saja berarti dia PMA tapi bisa saja dia dikeluarkan bukan karena urusan PMA karena ada mau membuat penyederhanaan," ujar Darmin.

Revisi DNI, kata Darmin akan dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres). Perpres tersebut diperkirakan

"Jumat lalu di Istana menyampaikan perkiraan kita Perpresnya baru akan di-sign akhir minggu ini," tutur Darmin.




Tonton juga 'Ini Sektor UMKM yang Bakal Eksis di Tahun Selanjutnya':

[Gambas:Video 20detik]

(ara/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com